Program Makan Bergizi Gratis Dibebenahi, Pengawasan dan Kualitas Jadi Fokus Utama

Foto: Liputan6.com

PresGoNews.com, Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman pada Senin (19/5) untuk membahas evaluasi dan perbaikan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan ini jadi perhatian publik karena berlangsung di tengah banyaknya sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai dibicarakan.

Baca juga: BEM Sejumlah Kampus Tolak Wacana Dapur MBG di Lingkungan Kampus

Pemanggilan tersebut dilakukan sebelum Dudung bertemu Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dalam pertemuan itu, pembahasan nggak cuma soal evaluasi biasa, tapi juga menyentuh persoalan yang dianggap cukup serius, mulai dari pengelolaan dapur MBG, kualitas makanan, sampai sistem pengawasan program di lapangan.

Belakangan, program MBG memang sedang jadi bahan evaluasi. Di beberapa daerah muncul laporan soal makanan yang dianggap kurang layak konsumsi hingga dugaan kasus keracunan makanan. Kondisi itu bikin pemerintah bergerak cepat supaya program prioritas nasional tersebut tetap berjalan maksimal dan nggak kehilangan kepercayaan publik.

Dudung mengatakan pemerintah akan menghadirkan para ahli untuk memperbaiki sistem kerja BGN, khususnya dalam pengelolaan dapur dan kualitas makanan. Ia menyebut langkah ini penting agar pelaksanaan MBG lebih profesional dan terkontrol.

“Didatangkan pakar-pakar gizi, pakar-pakar yang betul-betul menguasai masalah dapur,” ujar Dudung usai pertemuan pada Senin (19/5).

Praktik titip-menitip dan manipulasi jadi fokus pengawasan

Kasad Dudung

Selain soal kualitas makanan, pemerintah juga menyoroti potensi adanya oknum yang mencoba memanfaatkan program MBG demi keuntungan pribadi. Karena itu, pengawasan bakal diperketat supaya program bantuan makan gratis ini benar-benar tepat sasaran dan nggak dijadikan ladang kepentingan tertentu.

Dudung menegaskan pihaknya tidak ingin ada praktik titip-menitip ataupun manipulasi dalam pelaksanaan program tersebut. “Tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titip atau memanipulasi berupa keuntungan,” tegasnya pada Senin (19/5).

Baca juga: Siswa SMK di Kudus Tolak MBG, Pilih Dana Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru

Dari hasil pembahasan itu, pemerintah memastikan koordinasi antara KSP dan BGN akan diperkuat. Evaluasi juga bakal dilakukan secara berkala dengan melibatkan ahli gizi dan tenaga profesional agar kualitas makanan serta sistem distribusi bisa lebih aman dan tertata.

Langkah ini diharapkan bisa membuat program MBG kembali berjalan optimal, sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat soal kualitas dan pengawasan program yang menyasar jutaan pelajar di Indonesia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga