PresGoNews.com, Jakarta – Pembangunan Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan yang cukup pesat sepanjang 2026. Program yang menjadi salah satu andalan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu ini kini memasuki fase penting, yakni penyelesaian puluhan gedung permanen yang tersebar di berbagai daerah. Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah mempercepat proses pembangunan agar fasilitas tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh para siswa.
Baca juga: Mensos Tinjau Sekolah Rakyat, Pastikan Program Pendidikan untuk Anak Rentan Siap Berjalan
Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan paling lambat pada 20 Juni 2026.
Target ini menjadi penting karena gedung-gedung tersebut diproyeksikan langsung digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Percepatan pembangunan juga dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini terlihat dari langkah Kementerian Pekerjaan Umum yang terus memantau perkembangan pembangunan di lapangan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa seluruh pihak terkait sedang bekerja keras agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.
“Saya akan mengupayakan 97 ini selesai semua di Juni,” ujarnya pada Selasa (20/5).
Pernyataan tersebut merujuk pada 97 titik pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua yang saat ini sedang dikerjakan di berbagai daerah.
Pembangunan tersebut tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Lokasinya mencakup sejumlah wilayah besar seperti Medan, Makassar, Bengkulu, Ogan Ilir, hingga Sragen. Setiap kompleks Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Fasilitas yang dibangun pun tidak hanya berupa ruang kelas, tetapi juga asrama siswa dan guru, perpustakaan digital, laboratorium keterampilan, fasilitas kesehatan, area olahraga, serta ruang terbuka hijau yang mendukung proses belajar secara lebih nyaman dan modern.
Beberapa daerah bahkan mencatat progres pembangunan yang cukup tinggi. Kota Medan misalnya telah mencapai lebih dari 64 persen, disusul Kabupaten Sragen, Kota Bengkulu, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kota Makassar yang juga menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah optimistis seluruh proyek dapat selesai sesuai jadwal sehingga tidak mengganggu persiapan operasional sekolah.
Di saat pembangunan gedung permanen terus berjalan, program Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi juga terus berkembang. Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota mengatakan bahwa program tersebut merupakan langkah awal menuju target yang lebih besar.
“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029,” ujar Prabowo pada Minggu (12/1).
Saat ini, ribuan siswa telah merasakan manfaat dari program tersebut. Dengan tambahan puluhan gedung permanen yang ditargetkan rampung pada Juni 2026, kapasitas Sekolah Rakyat diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Pemerintah berharap program ini tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah Indonesia.