PresGoNews.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf kembali turun langsung ke lapangan untuk meninjau program Sekolah Rakyat yang sedang dikembangkan di berbagai daerah. Langkah ini jadi sinyal kuat kalau pemerintah nggak main-main dalam memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem benar-benar bisa terwujud.
Baca juga: Kemendiktisaintek Siap Tutup Prodi Tak Relevan Demi Selaraskan Lulusan dengan Dunia Kerja
Dalam peninjauan yang dilakukan menjelang akhir April 2026, Mensos terlihat mengecek banyak hal penting, mulai dari kesiapan ruang belajar, fasilitas pendukung, hingga asrama yang nantinya akan ditempati para siswa. Beberapa gedung yang sebelumnya bukan sekolah juga ikut ditinjau karena akan dialihfungsikan menjadi Sekolah Rakyat. Semua dicek detail supaya saat tahun ajaran baru dimulai, semuanya sudah siap dipakai tanpa kendala berarti.
Yang menarik, fokus peninjauan ini nggak cuma soal bangunan fisik. Saifullah Yusuf juga ikut melihat langsung proses belajar mengajar di dalam kelas. Ia memperhatikan bagaimana guru berinteraksi dengan siswa dan bagaimana metode pembelajaran diterapkan. Hal ini jadi penting karena karakter siswa di Sekolah Rakyat sangat beragam, bahkan ada yang sebelumnya belum pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.
Mengutip pernyataan dari laman resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjangkau mereka yang selama ini sering terlewat dari sistem pendidikan.
“Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Saifullah Yusuf pada, Sabtu (26/4).

Konsep Sekolah Rakyat sendiri memang cukup berbeda dibanding sekolah pada umumnya. Di sini, yang jadi prioritas bukan nilai akademik, tapi kondisi sosial ekonomi. Bahkan, pemerintah menerapkan pendekatan jemput bola supaya anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa ikut serta. Dengan cara ini, peluang mereka untuk mendapatkan pendidikan jadi jauh lebih terbuka.
Baca juga: Indonesia dan AS Resmi Bangun Kemitraan Pertahanan Baru di Tengah Ketegangan Global
Di sisi lain, program ini juga jadi bagian dari proyek nasional yang skalanya cukup besar. Pemerintah menargetkan banyak Sekolah Rakyat bisa mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan 2026. Setiap lokasi dirancang mampu menampung ratusan hingga ribuan siswa, lengkap dengan fasilitas yang mendukung pembelajaran sekaligus pembinaan karakter.
Lewat peninjauan ini, terlihat jelas bahwa pemerintah ingin memastikan program berjalan bukan cuma di atas kertas, tapi benar-benar terasa dampaknya. Sekolah Rakyat diharapkan bisa jadi langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan, sekaligus membuka jalan baru bagi masa depan generasi muda Indonesia.