PresGoNews.com, Jakarta – Aksi bertajuk Indonesia Bangkrut yang digelar oleh BEM UI di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6), sukses mencuri perhatian publik. Ribuan mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat bagi masyarakat. Isu seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, daya beli yang melemah, hingga sulitnya mencari pekerjaan menjadi alasan utama lahirnya aksi tersebut.
Melalui gerakan Indonesia Bangkrut, mahasiswa ingin menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sering dibanggakan pemerintah belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di kehidupan sehari-hari. Mereka menilai masih banyak warga yang harus berjuang menghadapi biaya hidup yang terus meningkat, sementara peluang ekonomi belum merata.
Baca juga: Aksi Jahit Mulut Warnai Kunjungan Prabowo ke Lampung, Jadi Simbol Kritik terhadap Pemerintah
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang dianggap mewakili keresahan publik. Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil, dan meminta pemerintah bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kekecewaan mahasiswa yang merasa berbagai kritik selama ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Ia mengatakan, “Pertumbuhan ekonomi tercatat positif di atas kertas, namun daya beli rakyat justru menurun,” ujar Yatalathof, Kamis (11/6).
Pesan serupa juga disampaikan BEM UI melalui seruan resmi menjelang demonstrasi. Dalam unggahannya, mereka mengajak masyarakat untuk ikut menyuarakan aspirasi. “Mari, kita turun dan gunakan hak kita sebagai rakyat,” tulis BEM UI dalam pernyataan resminya, Kamis (11/6).
Baca juga: BGN Alihkan Fokus ke Kualitas Program MBG, Tidak Lagi Kejar Target Jumlah Penerima
Sementara itu, pemerintah belum memberikan tanggapan khusus yang menjawab seluruh tuntutan dalam aksi Indonesia Bangkrut. Namun, pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi nasional.
Perbedaan pandangan inilah yang akhirnya membuat aksi Indonesia Bangkrut menjadi salah satu gerakan mahasiswa yang paling banyak diperbincangkan pada pertengahan 2026. Di tengah berbagai klaim pertumbuhan ekonomi, mahasiswa berharap suara mereka dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari.