PresGoNews.com, Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan tiga Proyek Sampah Jadi Listrik atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kebijakan yang diumumkan pada Rabu (10/6) ini menjadi salah satu langkah serius pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di berbagai daerah, sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang lebih bermanfaat.
Baca juga: Pulau Sampah Muncul di Pesisir Jakarta, Kiriman dari Hulu Jadi Penyebab Utama
Tiga proyek yang masuk dalam daftar PSN tersebut berlokasi di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya. Ketiganya dikembangkan oleh perusahaan yang berada di bawah ekosistem investasi nasional dan telah menerima Surat Keterangan PSN dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Status PSN ini membuat proyek mendapatkan dukungan pemerintah dalam bentuk percepatan koordinasi, penyelesaian hambatan, hingga dukungan perizinan agar proses pembangunan bisa berjalan lebih cepat.
Meski baru resmi berstatus PSN pada Juni 2026, sejumlah tahapan penting sebenarnya sudah mulai berjalan. Pembentukan badan usaha pengembang untuk masing-masing proyek telah dilakukan, begitu juga dengan proses penyiapan kerja sama, perencanaan fasilitas, hingga penyusunan strategi pengembangan proyek di setiap wilayah. Langkah tersebut menjadi fondasi awal sebelum pembangunan fasilitas pengolahan sampah dilakukan secara penuh.
Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
“Penetapan PSN terhadap tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah,” ujar Pandu pada, Rabu (10/6).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Manfaat dari Proyek Sampah Jadi Listrik juga cukup besar. Selain mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), fasilitas ini akan mengubah sampah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca juga: Tragedi Longsor Bantar Gebang 8 Maret 2026 Menjadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Kota
Kehadiran proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, mendukung target energi baru terbarukan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat.
Jika berjalan sesuai rencana, tiga Proyek Sampah Jadi Listrik ini bisa menjadi titik awal transformasi pengelolaan sampah di Indonesia. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah berpotensi berubah menjadi sumber energi yang bernilai, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan bagi kota-kota besar di masa depan.