Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Satu Warga Meninggal Dunia

PresGoNews.com, Jakarta – Pada pagi hari Kamis (2/4)  jadi momen yang bikin deg-degan bagi warga Sulawesi Utara. Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan tenggara Bitung dan terasa luas hingga Manado dan sekitarnya. Getaran yang berlangsung belasan detik ini cukup kuat untuk membuat warga panik dan langsung berhamburan keluar rumah demi mencari tempat aman.

Baca juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Misi Perdamaian UNIFIL Berubah Jadi Duka di Tengah Konflik Memanas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas tektonik di zona subduksi Laut Maluku. Dalam rilis resminya, BMKG menyebut, “Gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme sesar naik,” Kamis (2/4). Hal ini menunjukkan bahwa gempa tersebut termasuk kategori kuat dengan potensi dampak signifikan.

Gempa Bitung Sulawesi Utara M 7,6

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan demi keselamatan warga

Tak lama setelah gempa terjadi, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Warga di wilayah pesisir diminta menjauh dari pantai sebagai langkah antisipasi. “Hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi tsunami di beberapa wilayah pesisir, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada,” tulis BMKG dalam pernyataannya, Kamis (2/4). Meski begitu, tsunami yang terjadi hanya berskala kecil dan tidak menimbulkan kerusakan besar.

Dampak gempa mulai terlihat dari laporan kerusakan dan korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa terdapat korban jiwa akibat tertimpa bangunan. “Data sementara menunjukkan terdapat korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, serta beberapa warga mengalami luka,” ujar BNPB dalam laporan resminya, Kamis (2/4). Selain itu, sejumlah rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca juga: Matahari Buatan China Tembus Batas Mustahil, Energi Masa Depan Makin Nyata

Pasca gempa utama, BMKG mencatat puluhan gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada dan tidak terburu-buru kembali ke dalam bangunan. Getaran susulan ini jadi pengingat bahwa situasi belum sepenuhnya stabil dan risiko masih ada.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang rawan gempa bumi. Kejadian di Bitung jadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, mulai dari edukasi kebencanaan hingga respons cepat saat situasi darurat terjadi. Dengan mitigasi yang tepat, dampak besar dari bencana seperti ini bisa diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga