Baru Beberapa Bulan Jadi ASN, Wili Mbuik Tewas Ditembak KKB di Muliama

Wili Mbuik Korban KKB

PresGoNews.com, Jakarta – Kabar duka datang dari Papua Pegunungan. Wili Mbuik, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan menjalankan tugas sebagai ASN, tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Jayawijaya, pada Rabu (9/9).

Wili menjadi satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Dua korban lainnya yakni Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha. Ketiganya berada dalam satu rombongan saat menjalankan tugas di wilayah Muliama.

Baca juga: Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Bertugas

Rombongan tersebut diketahui tengah menjalankan kegiatan berkaitan dengan program pertanian dan penyaluran bantuan untuk masyarakat. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi tragedi setelah kendaraan yang ditumpangi diserang kelompok bersenjata.

Baru Terima SK, Pengabdian Wili Berakhir Tragis

Kisah Wili menjadi perhatian karena masa pengabdiannya sebagai ASN masih sangat singkat. Ia disebut baru menerima Surat Keputusan (SK) setelah sebelumnya mengikuti seleksi CPNS. Setelah itu, Wili mulai menjalankan tugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Wili yang berasal dari Nusa Tenggara Timur harus kehilangan nyawanya ketika sedang menjalankan pekerjaan. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, terutama karena ia disebut masih berada di awal perjalanan kariernya sebagai aparatur pemerintah.

Aparat menduga KKB Kodap III Ndugama terlibat

KKB
Proses evakuasi korban penembakan KKB oleh aparat | Foto: KOMPAS.com

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan sementara diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama,” ujar Faizal pada, Rabu (9/9).

Baca juga: Prabowo Respon Cepat Kecelakaan Kereta Bekasi, Fokus pada Korban dan Investigasi Menyeluruh

Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi dan identitas pelaku. Jenazah Wili kemudian dievakuasi dari Wamena sebelum diberangkatkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi para pekerja pemerintahan ketika menjalankan tugas di wilayah yang masih menghadapi persoalan keamanan. Di sisi lain, keluarga kini harus menerima kenyataan bahwa perjalanan Wili sebagai ASN berakhir hanya beberapa bulan setelah dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga