PresGoNews.com, Jakarta – Potensi gempa Megathrust di Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko gempa besar dan tsunami yang dapat berdampak ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.
Meski begitu, masyarakat tidak perlu langsung panik. BMKG menegaskan bahwa pembahasan mengenai potensi Megathrust bukan berarti gempa besar dipastikan terjadi dalam waktu dekat. Sampai sekarang, belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat kapan gempa akan terjadi.
Baca juga: Kemarau Datang, Tapi Hujan Belum Pergi dan BMKG Ingatkan Cuaca Bisa Ekstrem
Dalam laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa informasi mengenai potensi gempa tersebut bukan merupakan peringatan dini. “Potensi gempa bumi bukanlah prediksi bahwa gempa akan terjadi dalam waktu dekat,” demikian penjelasan BMKG pada, Senin (19/8/2024).

Wilayah Banten menjadi salah satu kawasan yang perlu memperkuat kesiapsiagaan karena berada dekat dengan zona Megathrust Selat Sunda. Pandeglang, Lebak, Serang hingga Cilegon memiliki kawasan pesisir yang perlu memperhatikan risiko guncangan kuat maupun tsunami.
Risiko juga perlu diperhatikan di wilayah pesisir Lampung, terutama Lampung Selatan dan kawasan sekitar Teluk Lampung. Sementara itu, sejumlah wilayah pesisir Jawa Barat seperti Sukabumi juga dapat merasakan guncangan apabila gempa besar terjadi.
Jakarta juga termasuk wilayah yang perlu memperhatikan skenario Megathrust Selat Sunda. Dampak yang paling relevan untuk Jakarta adalah guncangan gempa, sedangkan risiko tsunami lebih berkaitan dengan kawasan pesisir.
Baca juga: Gunung Erupsi: Anak Krakatau, Semeru, dan Ibu Kembali Jadi Sorotan
BMKG juga terus memperkuat pemantauan kawasan Selat Sunda. Pada, Senin (14/9/2026), BMKG memulai Survei Meteo-Oseanografi Terpadu di Selat Sunda. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan observasi dan layanan informasi untuk keselamatan masyarakat.
Karena itu, isu Megathrust sebaiknya tidak disikapi dengan kepanikan. Yang lebih penting adalah memahami risiko, mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan langkah darurat, dan selalu mengikuti informasi resmi BMKG ketika gempa atau peringatan tsunami terjadi.