PresGoNews.com, Jakarta – Isu soal Raja Charles III yang dikabarkan memeluk agama Islam kembali jadi bahan obrolan hangat di awal April 2026. Topik ini tiba-tiba naik lagi setelah pernyataan kontroversial dari Rudy Giuliani dalam wawancara bersama Piers Morgan yang kemudian viral di berbagai platform.
Dalam wawancara yang ramai diperbincangkan pada Sabtu (5/4), Giuliani melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan publik.
“Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris,” ujarnya.
Baca juga: Mimpi Italia di Piala Dunia 2026 Kandas, Gianluigi Buffon Resmi Mundur dari Kursi Federasi
Ucapan tersebut langsung memicu reaksi beragam, mulai dari yang percaya, meragukan, sampai yang menganggapnya sekadar spekulasi tanpa dasar. Di era digital seperti sekarang, satu pernyataan kontroversial memang bisa dengan cepat menyebar dan membentuk opini publik.
Meski begitu, sampai saat ini tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Pihak Istana Buckingham juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu perpindahan agama ini. Sejumlah laporan media internasional bahkan menegaskan bahwa kabar tersebut hanyalah isu lama yang kembali diangkat ke permukaan.
Sebenarnya, narasi soal Raja Charles III masuk Islam bukan hal baru. Isu ini sudah beberapa kali muncul dalam beberapa tahun terakhir, dan biasanya berawal dari potongan informasi yang tidak utuh. Salah satu yang sering disalahartikan adalah fakta bahwa Raja Charles III memiliki ketertarikan terhadap Islam dan budaya Timur Tengah, bahkan pernah mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.

Seorang pengamat kerajaan Inggris dalam laporan terbaru menegaskan bahwa tidak ada perubahan keyakinan pada diri Raja Charles III.
“Tidak ada indikasi bahwa Raja Charles III berpindah agama. Ia tetap menjalankan perannya sebagai kepala Gereja Inggris,” ungkapnya pada Minggu (6/4).
Sebagai pemimpin monarki Inggris, Raja Charles III memang secara resmi memegang posisi penting sebagai kepala simbolis Gereja Anglikan. Peran ini bukan hanya simbolis, tapi juga bagian dari tradisi panjang yang melekat pada sistem kerajaan Inggris.
Baca juga: Jumat Agung di Katedral Jakarta Berlangsung Khidmat, Jalan Salib Kreatif Jadi Pembuka Penuh Makna
Ramainya kembali isu ini jadi pengingat kalau tidak semua informasi yang viral itu benar adanya. Apalagi kalau sudah menyangkut tokoh besar dunia, sedikit saja pernyataan yang kontroversial bisa langsung berkembang jadi narasi yang jauh dari fakta. Untuk saat ini, yang bisa dipastikan, Raja Charles III masih beragama Kristen Anglikan dan tidak ada bukti sah yang menunjukkan sebaliknya.