PresGoNews.com, Jakarta – Suasana Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (3/4) terasa begitu khidmat sejak pagi. Ribuan umat sudah memadati area gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah yang memperingati wafatnya Yesus Kristus. Momen ini bukan cuma jadi tradisi tahunan, tapi juga waktu penting untuk berhenti sejenak dan merenung lebih dalam soal iman.
Baca juga: Tanggal Merah 3 April 2026: Momen Memperingati Wafatnya Yesus Kristus di Jumat Agung
Rangkaian ibadah dibuka dengan prosesi “Jalan Salib Kreatif” yang langsung mencuri perhatian. Bukan sekadar prosesi biasa, tapi dikemas dalam bentuk drama, musik, dan tari yang terasa lebih hidup dan emosional. Dimulai sekitar pukul 08.50 WIB, pementasan ini sukses bikin suasana jadi lebih terasa dan menyentuh.
Juru bicara Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menjelaskan kalau konsep tahun ini memang dibuat lebih fresh dan melibatkan anak muda sebagai kreatornya.
“Ini dalam bentuk drama musik dan tari yang disiapkan secara khusus dan disutradarai oleh orang muda,” ujar Susyana, Jumat (3/4).

Lebih dari sekadar pertunjukan, Jalan Salib Kreatif ini jadi cara baru yang bikin umat bisa lebih masuk ke dalam makna Jumat Agung. Visual yang kuat ditambah alur cerita yang emosional bikin pesan tentang pengorbanan Yesus terasa lebih dekat dan relevan.
Susyana juga menegaskan kalau tujuan utama dari rangkaian ini adalah mengajak umat untuk benar-benar menghayati perjalanan iman, bukan cuma mengikuti ritual.
“Kami ingin mengajak umat masuk dalam perjalanan iman, memaknai sengsara dan wafat Kristus secara lebih mendalam,” jelasnya, Jumat (3/4).
Baca juga: Komodo Terbang ke Jepang, Diplomasi Satwa Indonesia Cara Baru Bangun Relasi Global
Setelah Jalan Salib selesai, ibadah utama Jumat Agung dilanjutkan dalam beberapa sesi, yaitu pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB. Pembagian ini bikin suasana tetap tertib dan umat bisa mengikuti ibadah dengan lebih nyaman tanpa harus berdesakan.
Secara keseluruhan, perayaan Jumat Agung di Katedral Jakarta tahun ini terasa lebih hidup tapi tetap sakral. Jalan Salib Kreatif berhasil jadi pembuka yang kuat, bukan cuma dari sisi visual, tapi juga dari sisi makna—membawa umat untuk benar-benar merasakan dan memahami arti pengorbanan dengan cara yang lebih dalam dan personal.