PresGoNews.com, Jakarta – Pemerintah Kota Bekasi lagi bikin langkah yang cukup beda dari biasanya. Di tengah sistem kerja work from home (WFH), Aparatur Sipil Negara (ASN) di sana sekarang diwajibkan pakai bahasa Inggris saat rapat daring. Kebijakan ini langsung jadi perhatian, karena nggak cuma soal kerja dari rumah, tapi juga soal cara komunikasi yang naik level.
Baca juga: Kampus Masuk Era Efisiensi 2026, Dosen Mulai WFH dan Mahasiswa Senior Kuliah Fleksibel
Aturan ini berlaku saat rapat virtual, seperti lewat Zoom atau platform sejenis. Jadi, selama rapat berlangsung, para ASN diminta untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Tujuannya bukan sekadar gaya-gayaan, tapi lebih ke pembiasaan supaya kemampuan bahasa asing mereka makin terasah dalam konteks kerja profesional.
Pemerintah Kota Bekasi sendiri menegaskan kalau kebijakan ini bagian dari langkah besar untuk mengubah budaya kerja ASN. Dalam keterangan resminya disebutkan, “Penggunaan bahasa Inggris dalam rapat daring merupakan langkah adaptif untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan global serta mendukung visi kota bertaraf internasional,” ujar Pemerintah Kota Bekasi pada, Rabu (16/4).
Nggak semua ASN langsung kena aturan ini secara penuh, tapi fokus utamanya ada di pejabat struktural, seperti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka diharapkan bisa jadi role model, jadi bukan cuma ikut aturan, tapi juga mimpin perubahan.

Menariknya, kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya menjaga produktivitas selama WFH. Dengan suasana kerja yang cenderung lebih santai di rumah, penggunaan bahasa Inggris di rapat dianggap bisa bikin suasana jadi lebih serius, fokus, dan tetap profesional.
Kalau dilihat lebih luas, sebenarnya pemerintah pusat memang lagi mendorong sistem kerja fleksibel untuk ASN, dengan kombinasi work from office (WFO) dan WFH. Tapi soal wajib pakai bahasa Inggris ini bukan aturan nasional. Ini murni inisiatif daerah, dalam hal ini Pemkot Bekasi, yang punya visi jadi kota bertaraf internasional.
Baca juga: WFH Setiap Jumat Resmi Berlaku, ASN Masuk Era Kerja Fleksibel Baru
Responsnya pun beragam. Ada yang melihat ini sebagai langkah keren dan visioner karena bisa ningkatin daya saing ASN di level global. Tapi nggak sedikit juga yang merasa perlu waktu buat adaptasi, apalagi buat yang belum terbiasa pakai bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
Meski begitu, satu hal yang jelas, kebijakan ini nunjukin kalau perubahan di dunia birokrasi sekarang nggak cuma soal sistem kerja digital, tapi juga soal skill individu. ASN dituntut nggak cuma adaptif secara teknologi, tapi juga siap naik kelas dalam komunikasi global.