PresGoNews.com, Jakarta – Kawasan Pasar Induk Kramat Jati kini mendapat perhatian serius setelah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Raya Bogor, Senin (17/8). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kondisi jalan yang licin akibat aktivitas perdagangan di sekitar pasar.
Pemerintah Kota Jakarta Timur langsung bergerak melakukan penataan. Sebanyak 613 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, akan direlokasi ke empat lokasi yang sudah disiapkan.
Baca juga: MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat APBN 2028
Kebijakan ini bukan sekadar soal memindahkan pedagang. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi bahu jalan dan trotoar agar bisa digunakan sebagaimana mestinya, sekaligus membuat kawasan pasar lebih aman bagi pengguna jalan.

Perumda Pasar Jaya menyiapkan beberapa lokasi untuk menampung para pedagang. Lokasi tersebut meliputi Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, area dalam Pasar Kramat Jati, Lokasi Sementara (Loksem) Cililitan, serta Loksem Jalan Nusa Indah, Ciracas.
Dari total 613 pedagang, sebanyak 193 pedagang ikan dan kerang akan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati. Sementara itu, 282 pedagang lainnya akan ditempatkan di dalam Pasar Kramat Jati dengan menyesuaikan kapasitas kios, los, dan area pedagang.
Direktur Keuangan Perumda Pasar Jaya Deni Alfianto Amris mengatakan penataan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang.
“Penataan PKL tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas usaha para pedagang,” ujar Deni pada, Senin (24/8).
Baca juga: Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Kembali Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri
Pemkot Jakarta Timur juga menetapkan bahwa mulai 31 Agustus 2026, aktivitas berjualan di bahu jalan dan trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, tidak lagi diperbolehkan.
Langkah ini diharapkan bisa membuat kawasan pasar lebih tertata, mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang melintas. Penataan Pasar Kramat Jati pun kini menjadi bagian dari upaya pemerintah agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.