Kebakaran Kalimantan Meluas, Pemerintah Perkuat Pemadaman Darat dan Udara

PresGoNews.com, Kalimantan – Kebakaran Kalimantan kembali menjadi perhatian setelah karhutla terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi lahan yang kering akibat minimnya hujan membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Di Kalimantan Barat, misalnya, Kementerian Kehutanan mencatat 28 hotspot hingga Minggu (23/8) pukul 23.59 WIB. Meski jumlah titik panas menurun, asap masih muncul dari lahan gambut karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Baca juga: Tim Medis Siaga 24 Jam, Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Ganggu Warga

Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman di permukaan. Pemerintah memperkuat operasi darat sekaligus mengerahkan water bombing untuk menangani titik yang sulit dijangkau. Ribuan personel juga disiapkan untuk mendukung Manggala Agni dan tim gabungan di sejumlah provinsi prioritas.

Pembakaran lahan jadi perhatian serius

Kebakaran Hutan Kalimantan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak menggunakan api untuk membuka lahan.

“Jangan melakukan pembakaran lahan untuk keperluan land clearing, baik oleh petani, pihak swasta, maupun korporasi,” tegas Raja Juli pada, Senin (24/8).

Baca juga: Kebakaran & Ledakan SPBE Cimuning Bekasi: Kronologi Lengkap dan Dampaknya

Selain pemadaman, pemerintah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG untuk memanfaatkan potensi awan hujan. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk membantu membasahi wilayah yang kering dan mendukung proses penanganan karhutla.

Upaya pencegahan juga terus diperkuat melalui pemantauan hotspot, patroli, keterlibatan masyarakat, serta penegakan hukum. Pemerintah berharap kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat dapat mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga