PresGoNews.com, Jakarta – Pemerintah mulai menjalankan rencana besar menempatkan satu batalyon TNI di setiap kabupaten di Indonesia. Program ini diperkenalkan sebagai Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan disebut bakal berjalan bertahap hingga 2029. Bukan sekadar menambah pasukan, kebijakan ini juga diklaim bakal fokus membantu pembangunan daerah sampai urusan ketahanan pangan.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Dibebenahi, Pengawasan dan Kualitas Jadi Fokus Utama
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan keberadaan batalyon di tiap kabupaten nantinya akan membantu menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat. Menurutnya, pemerintah ingin seluruh daerah memiliki pengamanan yang lebih dekat dan cepat dijangkau.
“Setiap kabupaten nantinya dijaga satu batalyon pembangunan,” ujar Sjafrie pada, Selasa (13/5).
Program ini disebut punya peran yang lebih luas dibanding batalyon biasa. Selain menjaga keamanan daerah dan membantu mengantisipasi kriminalitas, batalyon tersebut juga bakal dilibatkan dalam berbagai program masyarakat. Mulai dari membantu sektor pertanian, peternakan, perikanan, sampai pelayanan kesehatan di daerah.
Pemerintah menilai konsep ini bisa membantu memperkuat ketahanan nasional langsung dari tingkat kabupaten. Kehadiran prajurit di daerah juga dianggap dapat mempercepat penanganan bencana, menjaga stabilitas wilayah, dan mendukung program swasembada pangan.
Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak mengatakan pembentukan batalyon dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan wilayah dan program pemerintah. Ia menegaskan TNI AD ingin ikut terlibat dalam pembangunan daerah, bukan hanya urusan pertahanan.
“Kami mendukung program pemerintah, termasuk swasembada pangan dan pembangunan di daerah,” kata Maruli pada, Kamis (6/2).
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan sekitar 150 batalyon setiap tahun. Pulau Jawa menjadi wilayah prioritas awal sebelum nantinya diperluas ke seluruh Indonesia.
Baca juga: KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia, Langkah Baru Perkuat Misi Penyelamatan Kapal Selam Nasional
Meski begitu, rencana ini juga memunculkan banyak diskusi di publik. Ada yang mendukung karena dianggap bisa memperkuat keamanan dan membantu pembangunan desa. Namun ada juga yang menyoroti agar tugas TNI tetap punya batas yang jelas dan tidak terlalu masuk ke ranah sipil. Sampai sekarang, pemerintah tetap menegaskan kalau program batalyon pembangunan ini difokuskan untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat.