PresGoNews.com, Jakarta – Awal Mei 2026 harusnya jadi momen ketika musim kemarau mulai terasa di Indonesia. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, hujan masih sering turun di berbagai daerah, bahkan kadang datang cukup deras. Fenomena ini bikin banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya ini masih musim hujan atau sudah kemarau. Menurut BMKG, kondisi ini memang wajar karena Indonesia sedang berada di fase peralihan musim atau pancaroba.
BMKG menjelaskan bahwa kemarau tahun ini tidak datang secara serentak di seluruh wilayah. Prosesnya berlangsung bertahap, jadi ada daerah yang sudah mulai kering, tapi ada juga yang masih “nyangkut” di pola hujan.
Baca juga: Setelah Dibasahi La Niña, Indonesia Bersiap Menghadapi Panasnya El Niño: Apa yang Perlu Diwaspadai?
“Musim kemarau di Indonesia diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak April 2026 dan akan meluas pada Mei hingga Juni 2026,” ujar BMKG pada, Selasa (1/4).
Penjelasan ini sekaligus jadi alasan kenapa hujan masih sering muncul, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya masuk kemarau.
Selain faktor musim, kondisi atmosfer global juga ikut memainkan peran penting. Aktivitas seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya masih aktif di sekitar Indonesia. Dampaknya, pembentukan awan hujan tetap tinggi meskipun matahari sudah terasa lebih terik di siang hari. Makanya, pola cuaca sekarang terasa kontras, siang panas banget, tapi sore atau malam tiba-tiba hujan deras.

BMKG bahkan mengingatkan bahwa potensi hujan ekstrem masih bisa terjadi di awal Mei ini. “Potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode awal Mei 2026,” ujar BMKG pada, Jumat (2/5). Kondisi ini biasanya disertai petir dan angin kencang, yang tentu saja perlu diwaspadai karena bisa memicu gangguan seperti banjir atau pohon tumbang.
Baca juga: Kemarau 2026 Bakal Lebih Panjang dan Kering, BMKG Waspada Dini
Di sisi lain, suhu panas yang terasa belakangan ini juga bukan hal aneh. Ini justru jadi ciri khas pancaroba, ketika radiasi matahari mulai meningkat, tapi udara masih lembap. Kombinasi ini bikin awan hujan mudah terbentuk dalam waktu singkat, sehingga cuaca bisa berubah drastis hanya dalam hitungan jam.
Ke depan, BMKG memprediksi kemarau 2026 akan terasa lebih kering, dengan puncaknya terjadi sekitar Agustus. Jadi, kondisi “kemarau rasa hujan” ini kemungkinan hanya terjadi di awal musim saja. Sementara itu, masyarakat tetap diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan cuaca yang cepat, karena di fase seperti ini, kejutan dari langit masih sering terjadi.