NASA Luncurkan Misi Artemis II, Awak Manusia Kembali Terbang Setelah Puluhan Tahun

PresGoNews.com, Jakarta – Langkah besar kembali ditunjukkan oleh NASA lewat peluncuran misi berawak ke Bulan yang diberi nama Artemis II. Pada Selasa (1/4), roket Space Launch System resmi meluncur membawa kapsul Orion keluar dari orbit Bumi, menandai kembalinya manusia menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo.

Baca juga: Matahari Buatan China Tembus Batas Mustahil, Energi Masa Depan Makin Nyata

Misi ini bukan sekadar perjalanan biasa, tapi jadi langkah penting buat ngetes kesiapan teknologi dan manusia sebelum benar-benar mendarat di Bulan lagi. NASA sendiri menegaskan dalam laman resminya bahwa misi ini punya peran krusial. “Artemis II akan menjadi misi pertama yang membawa awak manusia mengelilingi Bulan sebagai bagian dari upaya kami untuk kembali ke permukaan Bulan secara berkelanjutan,” tulis NASA dalam pernyataannya, Selasa (1/4).

Yang bikin makin menarik, tim yang dikirim juga bukan orang sembarangan. Ada Reid Wiseman sebagai komandan, ditemani Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Kanada. Kehadiran Hansen jadi bukti kalau misi ini bukan cuma milik Amerika, tapi juga hasil kolaborasi internasional.

Tim ARTEMIS II

Perjalanan 10 hari mengelilingi bulan jadi ujian teknologi dan mental

Selama kurang lebih 10 hari, para astronaut ini bakal melakukan perjalanan mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Mereka akan menempuh lintasan khusus yang memungkinkan pesawat kembali ke Bumi setelah melewati sisi jauh Bulan. Di sepanjang perjalanan, berbagai sistem penting bakal diuji, mulai dari navigasi jarak jauh, komunikasi luar angkasa, sampai ketahanan hidup di dalam kapsul Orion.

Baca juga: Iran Bidik Teknologi Barat, Starlink Ikut Terseret di Tengah Konflik yang Memanas

NASA juga nggak menutup-nutupi kalau misi ini adalah bagian dari rencana yang jauh lebih besar. “Misi Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan dan mempersiapkan perjalanan ke Mars,” tulis NASA dalam pernyataan resminya, Selasa (1/4).

Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, misi Artemis II bakal jadi fondasi kuat buat langkah berikutnya, yaitu pendaratan manusia di Bulan lewat Artemis III. Jadi bisa dibilang, 2026 ini bukan cuma soal terbang ke Bulan, tapi awal dari era baru eksplorasi luar angkasa yang lebih ambisius dan serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga