Iran Bidik Teknologi Barat, Starlink Ikut Terseret di Tengah Konflik yang Memanas

PresGoNews.com, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah lagi naik level, dan kali ini bukan cuma soal militer atau wilayah, tapi juga teknologi. Pemerintah Iran mulai secara terbuka menyentil peran perusahaan teknologi Barat yang dianggap ikut “bermain” dalam konflik. Di tengah situasi ini, layanan internet satelit Starlink ikut terseret jadi sorotan.

Isunya cukup serius, karena teknologi sekarang bukan lagi sekadar alat bantu komunikasi, tapi sudah masuk ke ranah strategi dan pengaruh global. Apalagi Starlink dikenal bisa memberikan akses internet di wilayah yang dibatasi atau bahkan dimatikan jaringannya.

Baca juga: Iran Ancam Targetkan Kantor Google dan Apple, Konflik Global Masuk Babak Baru

Dalam pernyataan yang mengacu pada sikap resmi otoritas Iran, ditegaskan bahwa “setiap entitas yang memberikan dukungan teknologi atau infrastruktur kepada pihak lawan akan dianggap sebagai ancaman dan dapat menjadi target,” ujarnya, Senin (31/3). Pernyataan ini langsung bikin banyak pihak mengaitkannya dengan layanan seperti Starlink yang perannya cukup vital dalam komunikasi di area konflik.

Starlink

Nama Elon Musk sebagai sosok di balik Starlink juga ikut jadi perbincangan. Bukan tanpa alasan, karena layanan ini sebelumnya memang sempat digunakan untuk menjaga konektivitas di wilayah yang mengalami pembatasan internet.

Peran besar ini bikin Starlink nggak cuma dilihat sebagai layanan teknologi biasa, tapi juga sebagai bagian dari ekosistem strategis yang bisa memengaruhi jalannya konflik.

Dari sisi Iran sendiri, sikap terhadap Starlink sebenarnya sudah lama tegas. Pemerintah menilai teknologi seperti ini bisa mengganggu kontrol informasi di dalam negeri. Dalam pernyataan sebelumnya, disebutkan bahwa “penggunaan perangkat komunikasi satelit tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan akan ditindak tegas”. Pernyataan ini jadi sinyal kuat bahwa Iran tidak main-main dalam mengawasi lalu lintas komunikasi digital.

Baca juga: Strategi Kilat Trump Hentikan Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Meski begitu, sampai sekarang belum ada pernyataan yang secara eksplisit menyebut Starlink akan diserang langsung. Tapi kalau melihat arah pernyataannya, banyak yang menilai ini sebagai peringatan keras. Apalagi di era sekarang, infrastruktur digital seperti internet satelit bisa punya dampak sebesar senjata di medan konflik.

Situasi ini nunjukin satu hal yang makin jelas: perang modern nggak cuma soal fisik, tapi juga soal data, jaringan, dan siapa yang pegang kendali informasi. Dan di tengah semua itu, teknologi seperti Starlink jadi salah satu pemain penting yang ikut terseret arus besar geopolitik dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga