Buku Islam Ala Prabowo Jadi Sorotan, Sejumlah Tokoh Bantah Menulis

Buku fisik Islam Ala Prabowo | Foto: Gen Amikom

PresGoNews.com, Jakarta – Buku islam ala prabowo kembali ramai jadi perbincangan. Bukan hanya karena judulnya yang langsung menarik perhatian, buku ini kini menjadi sorotan setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum justru membantah pernah menulis atau mengirimkan naskah untuk penerbitan tersebut.

Polemik buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali mencuat pada awal September 2026. Sorotan publik bermula ketika beberapa tokoh agama memberikan klarifikasi terkait nama mereka yang tercantum dalam buku.

Baca juga: Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Pedalaman Disesuaikan, Ini Tujuannya

TGB Muhammad Zainul Majdi menjadi salah satu tokoh yang disebut membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut. Hal serupa juga muncul dalam kasus KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar. Pihak keluarga mempertanyakan pencantuman namanya karena Gus Kautsar disebut tidak pernah menulis maupun memberikan naskah untuk dimuat.

Situasi ini membuat perbincangan soal buku islam ala prabowo makin melebar. Publik mulai mempertanyakan bagaimana proses penyusunan buku tersebut hingga nama sejumlah tokoh bisa tercantum sebagai kontributor.

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra juga memberikan penjelasan mengenai keterlibatannya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan penulis buku tersebut, melainkan hanya pernah diwawancarai oleh tim penyusun.

“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9), dikutip ANTARA.

Isu Dana ZIS ikut ramai dibicarakan

Di tengah ramainya polemik, isu lain juga ikut mencuat, yakni dugaan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk penerbitan buku. Menanggapi hal itu, BAZNAS RI memberikan penegasan melalui laman resminya bahwa dana ZIS tidak digunakan untuk pembuatan maupun penerbitan buku tersebut.

Baca juga: Prabowo Siapkan Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis, Negara Tanggung Biaya Pendidikan

“Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga,” ujar Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam keterangan resminya, Senin (7/9).

Kini, kontroversi buku islam ala prabowo bukan lagi sekadar soal judul. Perhatian publik juga tertuju pada proses penyusunan buku, terutama terkait pencantuman nama sejumlah tokoh yang mengaku tidak pernah menulis naskah di dalamnya. Publik pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan dan penerbitan buku tersebut.

 

Berita Seimbang, Wawasan Global!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga