PresGoNews.com, Denpasar – Antrean BBM di Bali masih menjadi perhatian hingga Kamis (15/10). Sejumlah warga dilaporkan harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemerintah dan Pertamina mempercepat distribusi agar pelayanan kembali normal.
Baca juga: Krisis BBM Makassar Mulai Mereda, Antrean Panjang Bikin Aktivitas Warga Terganggu
Bahkan, sejumlah warga dilaporkan sudah datang sejak subuh demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Situasi ini membuat pemulihan distribusi menjadi hal penting agar masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa harus menghabiskan banyak waktu di SPBU.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa antrean BBM di Bali dipicu keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar.
“Itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal,” ujar Laode Sulaeman, Rabu (14/10).
Pemerintah menyatakan kapal pengangkut sudah tiba dan distribusi mulai dipercepat melalui operasional selama 24 jam. Laode juga menyampaikan bahwa ketahanan stok BBM nasional masih berada pada kisaran 18–20 hari. Dengan begitu, pemerintah menilai persoalan utama berada pada distribusi, bukan menipisnya stok nasional.
Untuk mengatasi antrean BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan hingga 57,9 juta liter, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Pengiriman dilakukan secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Pertamina juga menambah jam operasional SPBU, memperkuat personel, serta mengoptimalkan armada mobil tangki untuk mempercepat penyaluran bahan bakar ke masyarakat.
Baca juga: Rencana Wajib Bawa STNK saat Pengisian BBM Mulai 15 September Dibatalkan
Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mengurai antrean dan memudahkan masyarakat mendapatkan BBM. Namun, antrean yang masih terjadi menunjukkan bahwa pemulihan layanan belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Bali.
Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi Pertamina mengenai ketersediaan BBM di SPBU sekitar. Percepatan distribusi menjadi langkah penting agar aktivitas warga tidak terus terganggu akibat antrean panjang.