PresGoNews.com, Jakarta – Ada kabar besar yang lagi ramai dibicarakan soal rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah sebuah proyek ambisius buat bikin pengalaman ibadah haji dan umrah jemaah Tanah Air jadi jauh lebih nyaman dan dekat dengan Masjidil Haram.
Pemerintah lewat Badan Pengelola Investasi Danantara sudah mulai jalanin rencana ini. Yang menarik, proyek ini bukan sekadar rencana biasa, tapi memang digarap serius dengan strategi bertahap. Rencana tahap awal pengembangan kawasan ini diproyeksikan memasuki fase groundbreaking pada tahun 2026, dan kemudian terus berkembang sampai fasilitas bisa dipakai jemaah dalam beberapa tahun ke depan.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa mereka menggunakan dua jalur strategis dalam pengembangan kompleks haji ini. Yang pertama adalah memperkuat fondasi proyek melalui Kawasan Thakher sebuah area yang sudah punya hotel Novotel Thakher Makkah dan lahan seluas 4,4 hektare yang siap dikembangkan, pada Rabu (7/1). Menurut Pandu, lahan itu sekarang malah udah jadi titik awal pengembangan yang bisa jadi basis layanan lengkap buat jemaah Indonesia.
Kalau kamu bayangin pembangunan besar seperti ini selesai dalam setahun doang, sayangnya belum. Walau target groundbreaking sudah ditargetkan di 2026, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan bahwa fasilitas kampung haji belum bisa dipakai untuk jemaah haji 2026 karena prosesnya masih berjalan.
Selain itu, proses pembelian aset seperti hotel yang bakal masuk ke dalam kawasan kampung haji ini juga masih berjalan. Menurut Dahnil, hotel yang jadi bagian dari kompleks ini diperkirakan baru selesai proses pembeliannya pada April 2026.

Yang bikin berita ini makin wow adalah posisi lokasi proyek yang strategis banget. Beberapa laporan menyebut kalau kompleks ini bukan hanya akan jadi penginapan biasa, tapi juga akan dikembangkan dengan fasilitas penunjang lainnya supaya jemaah Indonesia bisa punya basecamp yang terintegrasi.
Lalu soal target akhirnya? Meski belum ada tanggal pasti kapan akan sepenuhnya beroperasi, proyeksi awal menunjukkan bahwa tahap awal kompleks ini bisa mengakomodasi puluhan ribu jemaah kira‑kira sekitar 22.000 orang lewat puluhan ribu kamar yang direncanakan bakal dibangun bertahap.
Meskipun semua rencana besar ini masih dalam tahap pengembangan awal, progress‑nya terlihat nyata dan terus bergerak. Tahun 2026 menjadi momentum penting karena fase pembangunan dimulai, dan dalam beberapa tahun ke depan, kampung haji ini bisa jadi salah satu landmark baru buat jemaah Indonesia di Tanah Suci.