PresGoNews.com, Tangerang – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke pabrik Tangkas Motor Listrik pada Kamis (30/7) nggak cuma menarik perhatian karena agenda peninjauan industri kendaraan listrik. Di balik kunjungan tersebut, muncul cerita dari sejumlah karyawan di kawasan sekitar yang mengaku aktivitas kerjanya ikut terganggu akibat proses pengamanan yang dilakukan sebelum rombongan Wapres tiba.
Beberapa karyawan mengaku harus menghadapi pemeriksaan yang cukup ketat saat hendak masuk ke kawasan industri. Ada yang mengaku terlambat masuk kerja karena akses menuju pabrik sempat ditutup sementara, sementara kendaraan pekerja juga disebut tidak bisa langsung masuk sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Bahkan, sejumlah barang pribadi seperti korek api dan gunting kuku dikabarkan ikut diamankan petugas selama sterilisasi berlangsung.
Keluhan lainnya datang dari pekerja yang mengaku tidak diperbolehkan menuju toilet selama kunjungan Wapres masih berlangsung. Kondisi itu membuat sebagian karyawan merasa aktivitas mereka dibatasi, padahal mereka tetap harus menjalankan pekerjaan seperti biasa. Beberapa di antaranya bahkan sempat menyampaikan protes kepada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
“Ini terlalu berlebihan ga sih, semuanya di cek bahkan ga boleh ke toilet sampe Wapres selesai kunjungan, ada beberapa karyawan dari pabrik aku maupun pabrik lain yang telat karena steril,” ujar salah satu karyawan pada, Kamis (30/7).
Selain pemeriksaan yang dianggap terlalu ketat, banyak pekerja juga mengaku kecewa karena tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai adanya sterilisasi kawasan. Akibatnya, mereka baru mengetahui adanya pembatasan akses saat sudah tiba di gerbang kawasan industri. Kondisi ini membuat banyak karyawan bertanya-tanya kenapa pengamanan harus dilakukan sampai sejauh itu, sementara ribuan pekerja di sekitar lokasi juga harus tetap beraktivitas.
Di sisi lain, pengamanan terhadap Presiden maupun Wakil Presiden memang memiliki prosedur khusus yang sudah lama diterapkan di Indonesia. Pengamanan VVIP berada di bawah koordinasi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersama TNI, Polri, dan aparat terkait. Salah satu prosedur yang selalu dilakukan adalah sterilisasi lokasi kunjungan untuk memastikan area benar-benar aman dari potensi ancaman terhadap kepala negara maupun wakil kepala negara.
Sterilisasi biasanya mencakup pemeriksaan orang, kendaraan, hingga barang bawaan yang masuk ke area kunjungan. Prosedur ini bukan aturan baru, melainkan sudah menjadi bagian dari standar pengamanan VVIP selama puluhan tahun dan terus diterapkan dalam setiap agenda resmi Presiden maupun Wakil Presiden.
Baca juga: Gibran Temui Mahasiswa Pendemo, 15 Tuntutan Diserahkan Langsung ke Istana Wapres
Meski begitu, peristiwa di kawasan pabrik Tangkas Motor Listrik kembali memunculkan diskusi di tengah masyarakat. Banyak yang memahami bahwa keselamatan Presiden dan Wakil Presiden memang menjadi prioritas negara. Namun, tak sedikit juga yang berharap sistem pengamanan ke depan bisa lebih memperhatikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, misalnya dengan memberikan informasi lebih awal kepada perusahaan dan para pekerja agar operasional tidak terlalu terganggu.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, muncul pertanyaan dari sebagian masyarakat, apakah sterilisasi dengan dampak sebesar ini masih menjadi pilihan yang paling efektif, atau justru sudah saatnya dicari pola pengamanan yang tetap maksimal tanpa menghambat aktivitas warga.