PresGoNews.com, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari membantu mengerjakan tugas, mencari informasi, membuat konten, hingga mendukung pekerjaan, AI telah menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat modern. Di tengah tren penggunaan AI yang terus meningkat, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika dan tanggung jawab.
Baca juga: Gibran Temui Mahasiswa Pendemo, 15 Tuntutan Diserahkan Langsung ke Istana Wapres
Melalui sebuah video yang diunggah pada Selasa (16/6), Gibran menegaskan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan teknologi yang sudah hadir dan digunakan saat ini. Karena itu, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami dan menguasai teknologi tersebut agar mampu bersaing di era digital yang semakin kompetitif.
Namun, menurut Gibran, kemampuan menggunakan AI saja tidak cukup. Ia menilai ada tantangan besar yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi, yaitu potensi penyalahgunaan AI untuk tujuan yang merugikan. Fenomena hoaks, manipulasi informasi, plagiarisme, hingga pelanggaran privasi menjadi beberapa contoh risiko yang bisa muncul jika teknologi digunakan tanpa batasan moral.
“Teknologi tanpa etika itu berbahaya,” ujar Gibran pada Selasa (16/6).
Pernyataan tersebut menjadi alasan mengapa ia merasa perlu mengingatkan masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, agar lebih bijak dalam memanfaatkan AI. Menurutnya, teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan manusia justru bisa menimbulkan masalah baru apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Gibran juga menyoroti bagaimana AI saat ini mampu menghasilkan berbagai jenis konten dengan sangat cepat. Di satu sisi, kemampuan tersebut dapat mendorong kreativitas dan produktivitas. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga bisa digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau menciptakan konten yang menyesatkan.
Baca juga: AI 2026 Dari Alat Bantu Jadi Penggerak Utama Peradaban
“AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” kata Gibran pada Selasa (16/6).
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap berpikir kritis dan memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang jelas serta dapat dipercaya. Menurut Gibran, AI seharusnya menjadi alat bantu untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir. “Kuasai teknologinya. Pegang teguh etikanya,” tegasnya pada Selasa (16/6).