Aksi Jahit Mulut Warnai Kunjungan Prabowo ke Lampung, Jadi Simbol Kritik terhadap Pemerintah

PresGoNews.com, Jakarta – Aksi Jahit Mulut yang dilakukan tiga pemuda di Bandar Lampung sukses mencuri perhatian publik saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada Rabu (10/6). Aksi yang berlangsung di kawasan Tugu Adipura itu menjadi simbol protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan respons memadai dari pemerintah.

Baca juga: Jaksa Sebut Kasus Chromebook Nadiem Makarim sebagai White Collar Crime, Ini Maksudnya

Tiga peserta aksi, yakni Dzaky Oktarian, Bondol, dan Akbar Sumantri, nekat menjahit bibir mereka sebagai bentuk kritik atas kondisi demokrasi, pendidikan, hingga ketimpangan ekonomi. Di tengah padatnya agenda kunjungan Presiden, aksi tersebut menjadi cara mereka untuk menyampaikan pesan bahwa masih ada suara masyarakat yang merasa belum didengar.

Koordinator aksi, Josua Sitorus, menjelaskan bahwa Aksi Jahit Mulut bukan sekadar aksi teatrikal, melainkan simbol dari semakin sempitnya ruang bagi masyarakat sipil untuk menyampaikan pendapat.

“Jahit mulut ini sebenarnya simbolis. Kami melihat bagaimana suara-suara sipil dibungkam,” ujarnya pada Rabu (10/6).

Kekecewaan terhadap isu pendidikan dan ketimpangan ekonomi

Aksi Jahit Mulut Tiga Pemuda

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu peserta aksi, Dzaky Oktarian. Menurutnya, berbagai demonstrasi yang selama ini dilakukan belum mampu menghasilkan perubahan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Sudah banyak aksi dilakukan, tetapi belum ada yang benar-benar sampai menjadi kebijakan,” kata Dzaky pada Kamis (11/6).

Selain menyuarakan kritik terhadap kondisi demokrasi, para demonstran juga membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penerapan pajak kekayaan bagi kelompok super kaya hingga dorongan agar pendidikan menjadi lebih gratis, ilmiah, dan demokratis. Mereka berharap isu-isu tersebut mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.

Baca juga: RUU Polri Resmi Jadi UU, Ini Delapan Perubahan yang Diklaim Jadi Arah Reformasi Kepolisian

Sampai Jumat (12/6), belum ada tanggapan resmi dari Presiden Prabowo maupun pihak Istana terkait Aksi Jahit Mulut tersebut. Meski begitu, aksi berlangsung kondusif dan tetap berada dalam pengawasan aparat keamanan. Di tengah belum adanya respons langsung dari pemerintah, aksi ini justru memantik diskusi yang lebih luas di ruang publik mengenai kebebasan berpendapat dan sejauh mana aspirasi masyarakat benar-benar didengar oleh para pengambil kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga