PresGoNews.com, Jakarta – Kabar baik datang dari sektor pertanian Indonesia. Di tengah kekhawatiran soal perubahan iklim dan ketahanan pangan global, produksi beras nasional justru diproyeksikan terus meningkat sepanjang 2026. Kondisi ini menjadi sinyal positif karena beras masih menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Baca juga: Bulog Tarik MinyaKita yang Diduga Berbau Solar, Produk Akan Diuji di Laboratorium
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton. Angka tersebut naik sekitar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, tren ini menunjukkan bahwa produksi beras nasional tetap tumbuh dan mampu menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan produksi beras Indonesia masih berada dalam jalur yang positif. “Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton atau meningkat 0,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya pada, Rabu (1/7).

Tak hanya itu, BPS juga memproyeksikan produksi padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Peningkatan produksi ini didorong oleh luas panen yang diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau naik sekitar 0,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya, BPS juga memperkirakan produksi beras nasional pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 19,31 juta ton. Menurut Ateng Hartono, capaian tersebut menunjukkan kondisi produksi pangan nasional yang relatif stabil dan terus bergerak ke arah yang lebih baik.
“Perkiraan total produksi beras pada Januari–Juni 2026 mencapai 19,31 juta ton beras, atau meningkat 0,05 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Ateng Hartono pada, Minggu (4/5).
Proyeksi ini menjadi kabar yang cukup melegakan. Dengan produksi yang terus meningkat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjaga ketahanan pangan, menekan risiko kekurangan pasokan, sekaligus memperkuat target swasembada beras di masa mendatang.