Hujan Meteor Eta Aquarids Hiasi Langit Mei, Momen Langit dari Jejak Komet Legendaris

Meteor Eta Aquarid | Foto: astrotourismwa.com

PresGoNews.com, Jakarta – Bulan Mei nggak cuma soal cuaca yang mulai berubah, tapi juga ada “show” keren di langit malam. Hujan meteor Eta Aquarids balik lagi, jadi salah satu fenomena langit yang selalu ditunggu tiap tahun. Fenomena ini muncul saat Bumi melintasi jejak debu dari Komet Halley, komet legendaris yang cuma mampir ke dekat Bumi sekitar 76 tahun sekali.

Baca juga: Pink Moon 2026: Cantik di Langit, Tapi Jangan Salah Kira

Menurut NASA, partikel debu dari komet itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi lalu terbakar, menghasilkan kilatan cahaya yang kita lihat sebagai “bintang jatuh”. “Meteor-meteor ini adalah sisa debu komet yang terbakar di atmosfer Bumi, menghasilkan kilatan cahaya yang cepat dan terang” (NASA, 2026).

Eta Aquarids sendiri aktif dari pertengahan April sampai akhir Mei, tapi momen paling maksimalnya terjadi di malam 5–6 Mei. Di waktu ini, jumlah meteor yang muncul bisa mencapai puncaknya karena Bumi lagi melintas di bagian paling padat dari jalur debu komet. Dalam kondisi langit yang gelap dan bersih, meteor yang terlihat bahkan bisa tembus hingga sekitar 50 per jam, terutama di wilayah belahan bumi selatan.

Kabar baiknya, Indonesia termasuk lokasi yang cukup oke buat menikmati fenomena ini. Karena posisinya dekat khatulistiwa, langit dini hari di sini cukup ideal. Waktu terbaik buat ngelihatnya adalah sebelum matahari terbit, saat rasi Aquarius mulai muncul di langit timur.

Fenomena Meteor Eta Aquarids

Kecepatan tinggi jadi daya tarik utama eta aquarids

Yang bikin Eta Aquarids beda dari hujan meteor lain adalah kecepatannya. Meteor-meteor ini melesat hingga sekitar 65 kilometer per detik, jadi kelihatan cepat banget. Nggak cuma itu, mereka juga sering ninggalin jejak cahaya yang bertahan beberapa detik, bikin tampilannya makin dramatis meski cuma sebentar.

Walau begitu, pengamatan tahun ini sedikit terpengaruh cahaya Bulan yang cukup terang, jadi jumlah meteor yang kelihatan mungkin nggak sebanyak kondisi ideal. Tapi tenang, masih tetap bisa dinikmati kok, apalagi kalau kamu cari tempat yang minim polusi cahaya dan kasih waktu mata buat adaptasi dengan gelap.

Baca juga: Langit Lampung Timur Mendadak Heboh, Kilatan Diduga Meteor Bikin Warga Kaget Seketika

Fenomena ini bukan sekadar tontonan langit biasa, tapi juga pengingat kalau Bumi terus bergerak dan berinteraksi dengan sisa-sisa perjalanan benda langit di tata surya. Eta Aquarids jadi bukti kalau semesta itu dinamis dan penuh kejutan.

Kalau kamu lagi cari momen santai tapi tetap berkesan, coba deh luangin waktu buat lihat langit dini hari. Siapa tahu kamu bisa “nangkep” bintang jatuh pertama di bulan Mei ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga