PresGoNews.com, Jakarta – Langit malam di Lampung Timur mendadak jadi pusat perhatian setelah sebuah objek bercahaya melintas cepat pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 19.59 WIB. Momen ini langsung ramai diperbincangkan karena banyak warga yang melihat langsung, bahkan sempat merekam kejadian tersebut dan membagikannya ke media sosial.
Baca juga: NASA Luncurkan Misi Artemis II, Awak Manusia Kembali Terbang Setelah Puluhan Tahun
Cahaya yang muncul terlihat terang banget dengan warna kebiruan dan ekor panjang, mirip seperti meteor yang sering kita lihat di film. Dalam hitungan detik, objek itu melesat cepat dan sempat terlihat terpecah sebelum akhirnya hilang di langit. Beberapa wilayah yang melaporkan kejadian ini antara lain Purbolinggo, Way Jepara, sampai area sekitar Taman Nasional Way Kambas.
Suasana sempat jadi tegang karena sebagian warga mengira itu adalah pesawat jatuh atau benda berbahaya lainnya. Apalagi, beberapa orang juga mengaku mendengar suara dentuman setelah cahaya tersebut menghilang, yang makin bikin situasi terasa dramatis.
Di tengah spekulasi yang mulai ke mana-mana, penjelasan ilmiah akhirnya muncul untuk meluruskan informasi. Akademisi dari Institut Teknologi Sumatera memberikan klarifikasi bahwa fenomena ini kemungkinan besar bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Dalam keterangan resminya, pihak kampus menyampaikan, “Objek bercahaya yang terlihat di langit Lampung diduga merupakan meteor atau sampah antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi,” ujar perwakilan ITERA pada Minggu (5/4).

Penjelasan ini cukup masuk akal kalau dilihat dari ciri-ciri yang dilaporkan warga. Cahaya terang, pergerakan super cepat, dan adanya pecahan di langit memang identik dengan fenomena yang dikenal sebagai bolide, yaitu meteor besar yang terbakar hebat saat masuk ke atmosfer Bumi.
Meski begitu, sampai sekarang belum ada temuan benda yang jatuh ke darat. Hal ini membuat para peneliti masih belum bisa memastikan secara mutlak apakah itu benar meteor atau justru bagian dari sampah antariksa seperti serpihan satelit.
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Satu Warga Meninggal Dunia
Fenomena ini juga sempat dikaitkan dengan aktivitas benda langit lain yang melintas dekat Bumi di awal April 2026. Tapi, para ahli menilai hal itu masih perlu diteliti lebih lanjut dan belum bisa dijadikan kesimpulan pasti.
Yang jelas, kejadian ini jadi pengingat kalau fenomena luar angkasa itu nyata dan bisa muncul kapan saja. Walaupun sempat bikin kaget, kejadian seperti ini umumnya aman karena objek biasanya sudah hancur sebelum sampai ke permukaan Bumi.