FIFA Skors Pemain Qatar Lima Laga Usai Tekel Horor yang Patahkan Kaki Pemain Kanada

PresGoNews.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 kembali diwarnai insiden yang menyita perhatian publik. Gelandang timnas Qatar, Assim Madibo, resmi dijatuhi hukuman larangan bermain selama lima pertandingan oleh FIFA setelah tekel kerasnya membuat gelandang Kanada, Ismaël Koné, mengalami patah kaki. Sanksi tersebut menjadi salah satu hukuman disiplin terberat yang dijatuhkan FIFA sepanjang turnamen berlangsung.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Sudah Diumumkan, Dunia Sepak Bola Siap Panas dari Juni sampai Juli

Insiden bermula saat Kanada menghadapi Qatar pada laga Grup B Piala Dunia 2026 di Vancouver, Rabu (18/6). Pada babak kedua, Madibo melakukan tekel keras dari belakang terhadap Koné. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning. Namun, setelah meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut diubah menjadi kartu merah langsung karena dinilai sebagai pelanggaran serius yang membahayakan keselamatan pemain.

Pertandingan itu sendiri berakhir pahit bagi Qatar. Kanada tampil dominan dan berhasil menang telak dengan skor 6-0. Di sisi lain, cedera yang dialami Koné menjadi pukulan besar bagi tim tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko tersebut. Pemain berusia 24 tahun itu harus menjalani operasi dan diperkirakan absen selama beberapa bulan untuk menjalani proses pemulihan.

FIFA menegaskan pelanggaran serius tidak akan ditoleransi

FIFA 2026

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada Madibo karena melakukan pelanggaran serius di lapangan.

“The FIFA Disciplinary Committee imposed a five-match suspension for serious foul play,” demikian pernyataan FIFA pada Selasa (24/6).

FIFA juga menyatakan bahwa keputusan tersebut masih dapat diajukan banding kepada Komite Banding FIFA.

Baca juga: Bukan Diabaikan, Ini Alasan Pemain Portugal Tak Selalu Mengoper Bola ke Cristiano Ronaldo

Di tengah sorotan tajam yang diterimanya, Madibo menunjukkan penyesalan atas insiden tersebut. Sejumlah laporan menyebut ia bersama Menteri Olahraga Qatar mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Koné dan memberikan dukungan secara langsung. Sementara itu, pelatih Qatar, Julen Lopetegui, masih berpendapat bahwa tekel yang dilakukan anak asuhnya tidak seharusnya berujung kartu merah.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa persaingan di level tertinggi sepak bola dunia tetap harus berjalan dengan menjunjung tinggi keselamatan pemain di atas segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga