PresGoNews.com, Jakarta – Gunung Fuji di Jepang dilanda longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah Prefektur Shizuoka pada Rabu, 9 September 2026. Material tanah dan batuan dari lereng bergerak turun hingga menimbun tiga kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Meski kejadian tersebut cukup mengganggu akses di kawasan Gunung Fuji, tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia akibat longsor. Pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan karena kondisi lereng masih berpotensi mengalami pergerakan material susulan.
Baca juga: Dampak Abu Gunung Anak Krakatau Meluas, Ribuan Penerbangan hingga Aktivitas Warga Terganggu
Hujan deras menjadi faktor utama yang memicu longsor. Curah hujan tinggi membuat tanah dan material vulkanik di lereng Gunung Fuji menyerap banyak air sehingga menjadi lebih berat dan kurang stabil. Ketika kondisi tanah sudah jenuh air, material di lereng lebih mudah bergerak turun.
Kondisi cuaca tersebut membuat pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan di sejumlah akses menuju Gunung Fuji. Beberapa jalan di sekitar kawasan pegunungan ditutup sementara karena adanya risiko longsor dan kondisi jalur yang belum sepenuhnya aman.
Pemerintah Prefektur Yamanashi juga memberlakukan pembatasan pada sejumlah jalan hutan di sekitar Gunung Fuji setelah hujan deras. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kendaraan dan masyarakat masuk ke area yang berpotensi mengalami bencana.
Sementara itu, dari sisi Prefektur Shizuoka, musim pendakian Gunung Fuji juga resmi berakhir pada 10 September 2026. Jalur Fujinomiya, Gotemba, dan Subashiri memasuki periode penutupan sehingga aktivitas pendakian semakin dibatasi.
Baca juga: Gunung Erupsi: Anak Krakatau, Semeru, dan Ibu Kembali Jadi Sorotan
Pemerintah menegaskan bahwa longsor tersebut tidak menunjukkan adanya kaitan dengan erupsi Gunung Fuji. Sampai laporan terbaru, tidak terdapat informasi resmi mengenai peningkatan aktivitas vulkanik sebagai penyebab longsor.
Penanganan kini difokuskan pada pemantauan kondisi lereng, pengamanan akses, serta pembatasan aktivitas di kawasan yang memiliki risiko longsor. Dengan kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian, masyarakat dan wisatawan diimbau mengikuti informasi resmi sebelum memasuki kawasan Gunung Fuji.