PresGoNews.com, Jakarta – Aksi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) sukses mencuri perhatian publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima sebuah pigura berisi somasi usai memberikan kuliah umum di Muladi Dome, Semarang, pada Jumat (3/7).
Dokumen bertajuk Diponegoro Menggugat itu diserahkan oleh Aliansi Suara Undip sebagai bentuk kritik terhadap kondisi ekonomi nasional sekaligus ajakan kepada pemerintah untuk lebih serius mengevaluasi kebijakan pengelolaan anggaran negara.
Baca juga: Kemenkeu Sebut Pelemahan Dolar Bukan Cerminan Masalah Ekonomi Indonesia
Lewat dokumen tersebut, mahasiswa menilai kondisi ekonomi Indonesia masih menyisakan banyak persoalan. Mereka menyoroti penggunaan anggaran negara yang dinilai belum efektif, sementara kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan dianggap belum menjadi prioritas utama.
Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu isu yang paling disorot adalah pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mereka minta untuk dievaluasi secara menyeluruh.
Kepala Divisi Aksi dan Jaringan BEM Undip, Emilio Wiwanda, menegaskan bahwa penyerahan pigura tersebut bukan sekadar aksi protes. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan bangsa. “Ini bukti cinta kami terhadap Indonesia, terhadap masa depan ekonomi. Kami berharap, Pak Purbaya agar segera memperbaiki ekonomi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat (3/7).
Sementara itu, Kantor Berita ANTARA menyebut dokumen yang diberikan mahasiswa sebagai policy brief, bukan sekadar somasi. Dalam laporannya, ANTARA menjelaskan bahwa dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan keuangan negara yang lebih berpihak kepada masyarakat, pada Jumat (3/7).
Baca juga: Kemenkeu Purbaya Copot Dua Pejabat Kementerian Keuangan Akibat Kesalahan Data Restitusi Pajak
Menanggapi aspirasi tersebut, Purbaya memilih berdialog langsung dengan para mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran pada program MBG sehingga nilai pendanaannya mengalami penyesuaian.
Purbaya juga menegaskan bahwa pembiayaan program tersebut tetap memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang APBN. Dialog singkat itu pun menjadi momen bertukar pandangan antara mahasiswa dan pemerintah mengenai berbagai persoalan ekonomi yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.