PresGoNews.com, Jakarta – Riset teknologi 6G lagi jadi bahan obrolan serius di kalangan industri dan akademisi dunia. Setelah 5G mulai dipakai secara luas, perhatian sekarang pelan-pelan geser ke generasi berikutnya yang digadang-gadang bakal bikin cara kita internetan naik level jauh lebih ekstrem, bukan cuma soal cepat, tapi juga lebih cerdas, lebih responsif, dan jauh lebih “hidup”.
Banyak studi terbaru bilang 6G itu bukan sekadar upgrade dari 5G. Teknologi ini diproyeksikan bakal ngasih pengalaman baru seperti komunikasi hologram, dunia virtual yang lebih realistis, sampai sistem otomatis yang bisa jalan bareng AI secara real time. Jadi bukan cuma manusia yang terkoneksi, tapi juga mesin, sensor, sampai sistem kota pintar yang semuanya nyambung dalam satu ekosistem besar.
Di level global, International Telecommunication Union (ITU) sudah mulai ngebut nyiapin arah standar 6G. “IMT-2030 builds on the existing standards for today’s 5G networks with enhanced capabilities envisaged to support more advanced, immersive user experiences and novel forms of collaboration.” tegas ITU pada, Selasa (17/3).
Sementara itu, kerja sama antarnegara juga makin kenceng. Banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan sepakat kalau 6G harus dibangun dengan prinsip yang terbuka, aman, dan bisa dipakai secara global.
“We believe this to be an indispensable contribution towards building a more inclusive, sustainable, secure, and peaceful future for all,” ujar NTIA pada, tahun 2024.
Baca juga: Nvidia Perluas Pasar AI PC, RTX Spark Jadi Senjata Baru di Era Komputasi Cerdas
Menariknya, riset 6G sekarang juga udah masuk ke tahap awal standardisasi. Artinya, ini bukan lagi sekadar wacana masa depan, tapi sudah mulai dibahas serius dari sisi aturan, teknologi inti, sampai kemungkinan penerapannya.
Dengan berbagai riset yang terus jalan di banyak negara, 6G pelan-pelan berubah dari sekadar konsep futuristik jadi arah nyata perkembangan teknologi global yang ditargetkan mulai matang menjelang 2030-an.