PresGoNews.com – Saat membawa anak ke posyandu atau kontrol rutin ke dokter, banyak orang tua biasanya fokus melihat angka berat badan dan tinggi badan. Padahal, ada satu pemeriksaan yang sering dianggap sepele tetapi punya peran besar dalam memantau tumbuh kembang anak, yaitu pengukuran lingkar kepala.
Pemeriksaan ini bukan sekadar mengukur besar atau kecilnya kepala anak. Lingkar kepala menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhan otak dan sistem saraf anak berjalan sesuai dengan tahapan usianya. Karena otak berkembang sangat cepat pada tahun-tahun pertama kehidupan, perubahan ukuran lingkar kepala bisa memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memasukkan lingkar kepala sebagai salah satu parameter dalam standar pertumbuhan anak yang digunakan di berbagai negara. Dalam dokumen WHO Child Growth Standards, WHO menjelaskan bahwa standar tersebut digunakan untuk “assess the growth and development of children” atau menilai pertumbuhan dan perkembangan anak (12 November 2007).

Pengukuran lingkar kepala yang dilakukan secara rutin membantu tenaga kesehatan melihat pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Jika ukuran lingkar kepala bertambah sesuai kurva pertumbuhan, hal tersebut umumnya menunjukkan perkembangan yang berjalan normal. Sebaliknya, jika pertumbuhannya terlalu lambat atau justru terlalu cepat, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
Hal serupa juga dijelaskan oleh MedlinePlus, layanan informasi kesehatan resmi yang dikelola U.S. National Library of Medicine. Dalam penjelasannya, MedlinePlus menyebut bahwa “a change from the expected normal head growth may alert” tenaga kesehatan terhadap kemungkinan adanya masalah kesehatan (17 Januari 2025).
Baca juga: Anak Terlihat Down dan Enggan Maju Jadi Tantangan Baru dalam Pola Asuh Modern
Itulah mengapa cek lingkar kepala tidak boleh dianggap sebagai formalitas saat pemeriksaan tumbuh kembang. Dari pengukuran yang terlihat sederhana ini, tenaga kesehatan bisa mendeteksi lebih dini berbagai kemungkinan gangguan perkembangan, mulai dari masalah pertumbuhan otak hingga kondisi medis tertentu. Semakin cepat perubahan terdeteksi, semakin besar pula peluang anak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga proses tumbuh kembangnya tetap optimal sesuai usianya.