Webinar PresGo Psychology Center Soroti Peran Orang Tua dalam Menguatkan Kecerdasan Sosial-Emosional Anak

PresGoNews.com, Depok – PresGo Psychology Center menggelar webinar bertajuk “Bukan Hanya Pintar, Anak Harus Cerdas Sosial-Emosional” pada, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas kekhawatiran guru dan orang tua mengenai ketimpangan antara perkembangan kognitif dan sosial-emosional pada anak.

Baca juga: PresGo Psychology Center Bagikan Tips Latih Kendali Diri Anak Melalui Ibadah Puasa

Sebanyak kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari orang tua, guru, dan masyarakat umum mengikuti webinar ini dengan antusias. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman perkembangan sosial-emosional anak.

Dua narasumber hadir dalam kegiatan ini, yaitu dr. Agnes Tri Harjaningrum, M.Sc., Sp.A., dokter spesialis anak di RS Permata Depok, serta Amanda Nurshadrina, M.Psi., Psikolog dari PresGo Psychology Center. Keduanya membagikan perspektif yang relevan dan mudah diterapkan oleh orang tua maupun guru dalam mendampingi anak sehari-hari.

Anak perlu keseimbangan emosi dan kognitif

Dr. Agnes menjelaskan bahwa kemampuan sosial-emosional memiliki peran penting dalam perkembangan dan proses belajar anak. Ia mengaitkan hal ini dengan kerja:

  • Amigdala sebagai pusat emosi
  • Prefrontal cortex sebagai pusat logika dan kontrol diri

Anak yang mampu meregulasi emosi dengan baik akan lebih mudah menerima pembelajaran karena merasa aman secara emosional.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan sosial-emosional tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kebiasaan sehari-hari seperti:

  • Membangun relasi hangat dengan anak
  • Menjaga rutinitas dan kualitas tidur
  • Menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga
  • Mengatur penggunaan gawai secara sehat

Lima kemampuan sosial-emosional anak

Psikolog Amanda Nurshadrina menjelaskan lima kemampuan sosial-emosional yang perlu dikembangkan anak:

  • Self-awareness: mengenali emosi, kelebihan, dan jati diri
  • Self-management: mengendalikan diri, mengelola stres, dan menetapkan tujuan
  • Social awareness: memahami perasaan dan perspektif orang lain
  • Relationship skills: berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik
  • Responsible decision-making: mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab

Amanda juga menyoroti bahwa keberhasilan akademik tidak selalu sejalan dengan kematangan sosial-emosional. Ada anak yang berprestasi secara akademik, namun masih kesulitan dalam mengelola emosi, berinteraksi sosial, atau menghadapi kegagalan. Karena itu, setiap anak membutuhkan dukungan yang seimbang agar kedua aspek perkembangan tersebut dapat tumbuh optimal.

Peran orang tua sebagai role model

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana anak dapat mengembangkan kecerdasan sosial-emosional jika lingkungan orang dewasa di sekitarnya belum memiliki kemampuan tersebut secara optimal. Pertanyaan ini mencerminkan proses refleksi yang mendalam dari peserta.

Dalam hal ini, penting diingat bahwa anak adalah cerminan dari lingkungan terdekatnya. Anak belajar dengan cara mengamati dan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting sebagai role model. Ketika orang tua menyadari adanya keterbatasan dalam aspek sosial-emosional, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kemampuan regulasi diri sebelum membimbing anak secara lebih optimal.

Webinar Psychology Center

Kebiasaan sehari-hari membentuk anak

Perkembangan sosial-emosional anak terbentuk dari interaksi sehari-hari, seperti:

  • Cara orang tua berkomunikasi dengan anak
  • Interaksi antar anggota keluarga
  • Cara orang tua berinteraksi dengan lingkungan

Hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua antara lain:

  • Membantu anak mengenali dan menamai emosinya
  • Memberikan validasi emosi, misalnya:
    “Kamu sedih dan kecewa ya karena mainannya rusak”
  • Membangun komunikasi yang hangat dan terbuka
  • Melatih empati serta kemampuan menyelesaikan konflik

Baca juga: Idul Fitri dan Self-Reflection pada Remaja: Membangun Kesadaran Diri Setelah Ramadhan

Webinar ini menegaskan bahwa perkembangan kognitif dan sosial-emosional harus berjalan seimbang. Ketika keduanya berkembang bersama, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang:

  • Mampu bekerja sama
  • Berkomunikasi dengan baik
  • Berpikir kritis
  • Siap menghadapi tantangan

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan layanan PresGo Psychology Center, dapat mengunjungi www.prestasiglobal.id atau mengikuti Instagram @presgo.psychologycenter dan @prestasiglobal.

Penulis: Presgo Psychology Center Bu Dyah (Ketua PPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga