ChatGPT Work OpenAI Bisa Kerjakan Proyek Berjam-jam, Benarkah Seperti Karyawan Digital?

PresGoNews.com, Jakarta – OpenAI kembali membuat perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin menarik lewat ChatGPT Work. Fitur terbaru ini dirancang untuk membantu pengguna mengerjakan proyek kompleks secara lebih mandiri. Jadi, ChatGPT tidak lagi hanya menunggu perintah satu per satu, tetapi bisa menerima sebuah tujuan, menyusun langkah kerja, lalu mengerjakan proyek hingga menghasilkan output yang siap digunakan.

Baca juga: Google Rilis Gemma 4, AI Open Source yang Bisa Jalan Offline dan Makin Dekat ke Developer

Dalam laman resminya, OpenAI menyebut ChatGPT Work sebagai agen yang dapat bekerja di berbagai aplikasi dan file pengguna.

“ChatGPT Work dapat bertindak di seluruh aplikasi dan file Anda, menangani proyek berjam-jam bila perlu, dan mengubah tujuan menjadi hasil kerja yang tuntas,” ujar OpenAI pada, Kamis (9/7).

Kemampuan inilah yang membuat ChatGPT Work mulai disebut-sebut seperti “karyawan digital”. Pengguna cukup memberikan tujuan atau proyek yang ingin diselesaikan. Setelah itu, AI dapat memecah pekerjaan menjadi beberapa tahapan, melakukan riset, menganalisis informasi, menggunakan aplikasi yang terhubung, hingga menghasilkan dokumen, spreadsheet, presentasi, laporan, bahkan situs web.

Tidak digaji dan tidak cuti, tapi tetap ada biaya teknologi

Menariknya, ChatGPT Work juga dapat mengerjakan proyek dalam waktu yang panjang tanpa harus terus-menerus diberi instruksi baru. Pengguna tetap bisa memantau prosesnya, memberikan arahan tambahan, atau menyetujui tindakan tertentu jika memang diperlukan.

Kalau begitu, apakah AI ini benar-benar seperti karyawan yang tidak perlu digaji dan cuti? Secara teknis, AI memang tidak menerima gaji dan tidak membutuhkan cuti. Namun, pengguna tetap harus membayar layanan dan infrastruktur teknologi yang digunakan.

Baca juga: AI 2026 Dari Alat Bantu Jadi Penggerak Utama Peradaban

Kehadiran ChatGPT Work menunjukkan bagaimana AI mulai bergerak dari sekadar chatbot menjadi agen digital yang mampu bekerja lebih mandiri. Meski begitu, pengawasan manusia tetap penting agar hasil pekerjaan tetap akurat dan keputusan penting tidak sepenuhnya diserahkan kepada AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga