Pratama Arhan Bikin Sejarah, Lulusan Pertama dengan Ijazah Blockchain di Indonesia

PresGoNews.com, Jakarta – Pratama Arhan Alif, bek keren Tim Nasional Indonesia sekaligus pemain Bangkok United, nggak cuma bikin gebrakan di lapangan hijau, tapi juga di dunia akademik. Dia resmi menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dan, uniknya, menjadi salah satu lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis blockchain. Wisuda dijadwalkan April 2026, tapi pencapaian ini sudah bikin banyak orang penasaran.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tahan Banting di Tengah Badai Global, Tetap Tumbuh dan Percaya Diri

Arhan menjalani sidang skripsi pada Senin (31/3) hingga Selasa (1/4) dan lulus dengan lancar. Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, bilang dalam laman resmi kampus.

“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah.” Universitas Dian Nuswantoro, Selasa (2/4).

Jadi, apa sih ijazah blockchain itu? Bayangin ijazah digital yang nggak cuma disimpen di komputer kampus doang, tapi masuk ke jaringan blockchain yang tersebar di banyak server, aman banget, nggak bisa diubah seenaknya, dan bisa diverifikasi instan oleh perusahaan atau institusi pendidikan lain.

Pratama Arhan Sidang Skripsi

Ijazah blockchain membuat dokumen akademik anti-pemalsuan

Semua data, mulai dari nama, jurusan, sampai tanggal kelulusan, dicatat permanen di blok yang saling terhubung. Keunggulannya? Anti-pemalsuan dan transparan.

Udinus nggak main-main dalam inovasi ini. Kampus menggandeng partner internasional seperti Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center (IBC), dan Sealbound UAE untuk memastikan sistemnya solid.

Baca juga: Kampus Masuk Era Efisiensi 2026, Dosen Mulai WFH dan Mahasiswa Senior Kuliah Fleksibel

Bagi Arhan, ijazah blockchain bukan sekadar bukti kelulusan, tapi juga simbol bahwa pendidikan dan teknologi bisa berjalan bareng, modern, dan aman. Jadi, nggak heran kalau langkah ini bikin banyak generasi muda makin semangat mengejar prestasi, baik di dunia nyata maupun digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga