PresGoNews.com, Jakarta – Di tengah kondisi ekonomi global yang lagi penuh tekanan mulai dari konflik geopolitik sampai fluktuasi harga energi ekonomi Indonesia justru terlihat cukup kuat. Banyak negara sedang kesulitan menjaga stabilitas, tapi Indonesia masih mampu bertahan dan tetap tumbuh. Hal ini membuat ekonomi nasional sering disebut “tahan banting” karena tidak mudah goyah meskipun diterpa berbagai tantangan dari luar.
Baca juga: Dampak Perang Iran Meluas: 10 Negara Ini Terpaksa Naikkan Harga BBM, Siapa Saja?
Pemerintah pun optimistis dengan kondisi ini. Melalui laman resminya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa kekuatan utama ekonomi Indonesia berasal dari dalam negeri.
“Fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan kebijakan fiskal yang adaptif,” dalam pernyataannya pada Selasa (3/3). Konsumsi masyarakat yang tetap aktif menjadi faktor penting yang menjaga roda ekonomi terus berputar.
Selain itu, sektor industri juga memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi. Program hilirisasi yang terus didorong pemerintah membuat Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi juga produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi. Kementerian Keuangan menyatakan.
“Hilirisasi industri mampu memperkuat struktur ekonomi dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global,” pada Senin (2/3). Ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia semakin kuat dan tidak mudah terpengaruh gejolak eksternal.

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia juga berperan penting dalam menjaga stabilitas. Inflasi yang tetap terkendali membuat daya beli masyarakat tidak turun drastis. Bank Indonesia menegaskan.
“Stabilitas nilai tukar dan inflasi menjadi prioritas utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” pada Rabu (5/3). Dengan kondisi ini, aktivitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga meskipun ada tekanan global.
Baca juga: Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito di Jepang, Perkuat Kerja Sama Strategis di Tengah Dinamika Global
Kepercayaan investor terhadap Indonesia juga masih tinggi. Investasi terus mengalir ke berbagai sektor strategis seperti infrastruktur dan industri. Pemerintah bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di atas 5 persen, didukung oleh investasi dan konsumsi domestik,” pada Kamis (13/2).
Meski masih menghadapi tantangan eksternal, kombinasi konsumsi kuat, kebijakan stabil, dan investasi yang terus masuk membuat ekonomi Indonesia tetap solid dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian global.