PresGoNews.com, Jakarta – Samsung Electronics harus menghadapi sanksi dari otoritas persaingan usaha Korea Selatan setelah dinilai memberikan informasi yang menyesatkan dalam promosi kemampuan gaming sejumlah perangkat Galaxy. Persoalan ini berkaitan dengan fitur Game Optimizing Service (GOS) yang membatasi performa perangkat saat menjalankan game tertentu.
Pada Selasa (27/10), Korea Fair Trade Commission (KFTC) menjatuhkan perintah korektif dan denda sementara sebesar 20,114 miliar won Korea Selatan atau sekitar Rp240 miliar kepada Samsung. Sanksi tersebut berkaitan dengan promosi Galaxy S21, Galaxy S22, dan Galaxy Tab S8 selama periode 2021 hingga 2022.
Baca juga: Samsung Galaxy S26 Resmi Meluncur di Indonesia, Membawa Lompatan Baru pada Teknologi Smartphone
Dalam pemeriksaannya, KFTC menemukan bahwa Samsung cukup gencar mempromosikan kemampuan gaming perangkat melalui situs resmi, video promosi, acara peluncuran produk, hingga siaran pers. Namun, perusahaan dinilai tidak menjelaskan secara terbuka bahwa performa perangkat dapat dibatasi ketika menjalankan game dengan spesifikasi tinggi.
Masalahnya terletak pada Game Optimizing Service (GOS), yaitu fitur yang mengatur penggunaan CPU dan GPU untuk membantu menjaga suhu serta kestabilan perangkat. Akan tetapi, kebijakan GOS juga dapat membatasi performa maksimal kedua komponen tersebut, bahkan ketika kondisi suhu perangkat belum mencapai batas tertentu.
Menurut KFTC, pembatasan ini berpotensi menurunkan kemampuan CPU dan GPU hingga sekitar 30 persen. Dampaknya, pengguna bisa mengalami permainan yang tersendat, respons layar lebih lambat, hingga penurunan kualitas grafis.
KFTC mencatat pembatasan performa tersebut berlaku pada 82 game di Galaxy S21, 47 game di Galaxy S22, dan delapan game di Galaxy Tab S8.
Baca juga: Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI, Awal Baru Perangkat Wearable?
Menanggapi keputusan tersebut, Samsung menyatakan keberatan dan berencana menempuh jalur hukum. “We will actively present and defend our position through legal procedures going forward,” ujar Samsung dalam pernyataan resminya pada, Selasa (27/10).
Samsung menilai GOS merupakan fitur optimalisasi untuk menjaga kestabilan perangkat saat bermain game. Meski begitu, kasus ini kembali mengingatkan pentingnya transparansi perusahaan teknologi dalam menyampaikan kemampuan produk agar konsumen mendapatkan informasi yang jelas sebelum membeli perangkat.