PresGoNews.com, Karo – Kasus Keracunan MBG di Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan setelah seorang siswi, Febiona Purba (16), dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan akibat keracunan.
Febiona merupakan salah satu siswa yang sebelumnya mendapat perawatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah mengalami kejang dan menjalani perawatan lanjutan, orang tuanya mengungkapkan adanya perubahan pada kondisi Febiona. Ia disebut sempat kesulitan mengenali anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Baca juga: Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
Kabar tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena muncul dugaan bahwa gangguan ingatan yang dialami Febiona merupakan dampak dari Keracunan MBG. Namun, hingga kini hubungan tersebut belum dinyatakan sebagai kesimpulan medis.

Pemeriksaan terhadap Febiona terus dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialaminya. Dinas Kesehatan Kabupaten Karo menyebut pemeriksaan Electroencephalography (EEG) telah dilakukan sebanyak dua kali di rumah sakit berbeda.
Sekretaris Dinkes Karo Mardin Purba mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan aktivitas listrik saraf otak Febiona masih berada dalam batas normal. “Hasil pemeriksaan secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam batas normal,” ujar Mardin pada, Rabu (9/9).
Kementerian Kesehatan juga belum memastikan bahwa gangguan ingatan tersebut berkaitan langsung dengan MBG. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menegaskan, “Belum dapat disimpulkan ada kaitan dengan MBG,” ujarnya pada, Rabu (9/9).
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Dibebenahi, Pengawasan dan Kualitas Jadi Fokus Utama
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya mengungkap adanya persoalan dalam penyimpanan ikan yang digunakan untuk makanan MBG di Karo. Ikan disebut tidak disimpan dalam freezer selama sekitar 12 jam sehingga diduga meningkatkan risiko keamanan pangan.
Artinya, kasus Keracunan MBG di Karo memang berkaitan dengan makanan yang disalurkan dalam program tersebut. Namun, untuk kondisi kesehatan Febiona secara khusus, pemeriksaan masih diperlukan sebelum dapat menyimpulkan bahwa gangguan ingatan yang dialaminya merupakan akibat langsung dari keracunan tersebut.