PresGoNews.com, Jakarta – Situasi yang nggak biasa terjadi di Bandaranaike International Airport ketika 22 biksu asal Sri Lanka diamankan otoritas setempat usai kedapatan membawa narkotika dalam jumlah besar. Kejadian di akhir April 2026 ini langsung bikin publik internasional heboh, karena pelakunya bukan orang sembarangan, melainkan figur religius yang selama ini identik dengan kehidupan tenang dan disiplin.
Awalnya semua terlihat normal. Para biksu ini baru saja tiba dari perjalanan luar negeri dan menjalani prosedur pemeriksaan seperti biasa. Tapi situasi berubah ketika petugas mencium ada yang janggal dari koper mereka. Setelah dicek lebih detail, ditemukan sekitar 110 kilogram ganja jenis kush yang disembunyikan rapi di dalam bagasi. Modusnya cukup canggih, barang diselipkan di bagian tersembunyi koper dan dicampur dengan barang pribadi supaya nggak gampang ketahuan.
Yang bikin kasus ini makin menarik, ada dugaan kuat kalau para biksu ini nggak bergerak sendiri. Aparat menduga perjalanan mereka dibiayai oleh pihak tertentu yang terhubung dengan jaringan penyelundupan narkoba lintas negara. Bahkan, ada kemungkinan beberapa dari mereka nggak sepenuhnya sadar dengan isi koper yang dibawa, meski hal ini masih terus didalami oleh penyidik.
Dalam keterangan resminya, pihak Sri Lanka Customs menegaskan kalau kasus ini bukan perkara kecil.
“Kami menemukan sejumlah besar narkotika yang disembunyikan secara sistematis di dalam bagasi penumpang. Ini merupakan salah satu penyitaan terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar pihak bea cukai pada, Sabtu (26/4).

Saat ini, seluruh biksu tersebut sudah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka juga telah dibawa ke pengadilan untuk penahanan sementara, sementara aparat terus memburu kemungkinan adanya dalang di balik kasus ini. Fokus penyelidikan kini nggak cuma berhenti di pelaku, tapi juga jaringan yang mungkin memanfaatkan identitas keagamaan sebagai “tameng” agar lolos dari pemeriksaan.
Baca juga: Pihak ADOR Konfirmasi NewJeans Tengah Siapkan Comeback Usai Lama Menghilang dari Industri Musik
Kasus ini jadi semacam wake up call kalau jaringan narkoba sekarang makin nekat dan kreatif. Mereka nggak lagi bermain di jalur yang itu-itu aja, tapi mulai masuk ke celah yang nggak terduga. Di sisi lain, publik juga dibuat mikir ulang bahwa simbol kepercayaan sekalipun bisa disalahgunakan, dan itu yang bikin kasus ini terasa makin sensitif sekaligus bikin banyak orang geleng-geleng kepala.