PresGoNews.com, Jakarta – Bagi sebagian orang, membatalkan pesanan transportasi online mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Alasannya pun beragam, mulai dari berubah pikiran, salah memasukkan lokasi, hingga tiba-tiba tidak jadi bepergian. Namun, kebiasaan itu kini perlu lebih diperhatikan. Pasalnya, Gojek resmi memberlakukan biaya pembatalan sebesar Rp3.000 untuk pesanan GoCar dalam kondisi tertentu.
Baca juga: Play Store Pangkas Biaya untuk Pengembang, Ini Kebijakan Baru Google
Melalui laman resminya, Gojek mengumumkan bahwa kebijakan baru tersebut mulai diterapkan secara bertahap sejak awal Februari 2026. Perusahaan menyatakan, “Mulai 3 Februari secara bertahap di kota-kota tertentu, Gojek menerapkan kebijakan biaya pembatalan sebesar Rp3.000 untuk seluruh layanan GoCar, selain GoCar Instant & GoCar Rental,” tulis Gojek pada Selasa (24/2).
Artinya, tidak semua pengguna di Indonesia langsung terkena aturan ini pada waktu yang sama. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan bergantung pada wilayah masing-masing. Meski begitu, kehadiran kebijakan tersebut langsung menjadi perhatian karena menyentuh kebiasaan yang cukup sering dilakukan pengguna, yakni membatalkan pesanan setelah pengemudi menerima order.

Pada dasarnya, biaya pembatalan ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap waktu dan usaha mitra pengemudi. Ketika seorang pengemudi sudah meluncur menuju titik penjemputan atau menunggu pelanggan, ada waktu, tenaga, dan biaya operasional yang telah dikeluarkan. Karena itu, pembatalan secara mendadak dinilai dapat merugikan mitra driver.
Gojek juga menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat demi menjaga keseimbangan layanan di dalam ekosistemnya. “Gojek senantiasa berusaha memberikan kenyamanan tidak hanya untuk pelanggan namun juga untuk mitra driver dalam setiap perjalanan,” tulis perusahaan pada Selasa (24/2).
Baca juga: Segel Tiffany & Co Dibuka, Tapi Pertanyaan Publik Justru Makin Banyak
Dengan adanya aturan baru ini, pengguna tampaknya perlu lebih teliti sebelum memesan GoCar. Memastikan lokasi penjemputan, tujuan perjalanan, dan kesiapan untuk berangkat bisa menjadi langkah sederhana agar tidak perlu membatalkan pesanan di tengah jalan. Nominal Rp3.000 memang tidak besar, tetapi kebijakan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap pesanan yang masuk, ada waktu dan tenaga pengemudi yang juga perlu dihargai.