Membangun Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Peningkatan Kualitas Guru

PresGoNews.com – Data IQ antarnegara sering kali membuat kita gelisah. Padahal, berbagai riset menunjukkan bahwa kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka tumbuh, dan guru menjadi salah satu bagian terpenting dari lingkungan tersebut.

Data IQ yang beredar di internet menempatkan Indonesia di posisi terbawah Asia Tenggara, dengan rata-rata skor 78,5. Sementara itu, Malaysia mencatat skor 87,6, Thailand 88,9, dan Vietnam 89,5. Singapura mencapai 105,9, sejajar dengan Jepang yang memperoleh 106,5 dan Tiongkok dengan 104,1.

Meski begitu, data ini masih kerap diperdebatkan. Skor tes IQ tidak berdiri sendiri karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari asupan gizi dan kualitas sekolah hingga kebiasaan dalam mengerjakan tes. Jadi, angka tersebut tidak seharusnya dijadikan vonis terhadap kemampuan anak-anak Indonesia. Sebaliknya, data ini bisa menjadi pengingat bahwa kemampuan berpikir mereka masih perlu dikembangkan dan memiliki banyak ruang untuk bertumbuh.

Baca juga: PISA Indonesia dan Ketertinggalan Pendidikan, Mampukah Mengejar Vietnam dan Singapura?

Pada 2001, psikolog Ian Deary merangkum berbagai penelitian tentang kecerdasan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada masa kanak-kanak, faktor genetik menjelaskan sekitar 20–40 persen perbedaan kecerdasan antarindividu. Selebihnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk keluarga dan sekolah.

Coba bayangkan benih yang ditanam di tanah. Gen adalah benihnya, sedangkan lingkungan berperan sebagai tanah, air, dan cahaya yang mendukung pertumbuhannya. Benih yang baik sekalipun tetap membutuhkan tanah yang subur agar bisa tumbuh optimal. Begitu pula dengan otak manusia. Lingkungan yang kaya akan rangsangan dapat membantu perkembangan sinaps, yaitu sambungan antarsel saraf yang berperan penting dalam daya ingat dan proses belajar.

Pada 2018, sebuah tinjauan penelitian berskala besar menemukan bahwa setiap tambahan satu tahun pendidikan dapat meningkatkan skor IQ sekitar 1–5 poin. Temuan ini memperlihatkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang ikut membentuk kecerdasan mereka.

Guru menjadi faktor penting dalam perkembangan anak

Di lingkungan sekolah, guru memegang peran yang sangat menentukan. Sebagus apa pun kurikulum, secanggih apa pun teknologi, dan selengkap apa pun fasilitas kelas, proses pendidikan tidak akan berjalan efektif tanpa guru yang kompeten dan mampu menginspirasi siswanya. Inilah salah satu alasan negara seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong begitu serius merekrut talenta terbaik untuk menjadi guru.

Guru yang baik tidak hanya membantu anak memahami materi, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis. Kemampuan ini penting agar anak lebih mudah beradaptasi dan siap menghadapi persaingan di dunia yang terus berubah. Berpikir kritis tentu tidak cukup diajarkan melalui hafalan definisi. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan berbagai persoalan.

Karena itu, guru juga perlu memiliki kemampuan berpikir yang kuat dan pikiran yang terbuka. Mereka perlu mempertahankan metode yang sudah terbukti efektif, sekaligus berani mencoba pendekatan baru dalam mengajar. Dengan begitu, proses belajar bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan anak.

Pelajaran penting dari pendidikan Indonesia

Kualitas Guru

Indonesia memiliki pelajaran berharga dari upaya meningkatkan kualitas guru. Program sertifikasi guru berhasil menggandakan penghasilan banyak guru. Namun, penelitian pada 2018 menemukan bahwa peningkatan penghasilan tersebut tidak diikuti oleh peningkatan hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kesejahteraan belum otomatis membawa perubahan dalam cara mengajar.

Kesejahteraan guru tentu tetap penting. Namun, manfaatnya bagi pendidikan akan lebih terasa jika berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pengajaran.

Proses rekrutmen guru juga perlu terus dibenahi. Seleksi sebaiknya tidak hanya berfokus pada persyaratan administratif, tetapi juga mempertimbangkan potensi dan efektivitas seseorang dalam mengajar. Bagi guru yang sudah bertugas, pendampingan dan pelatihan perlu dilakukan secara berkala, disertai jenjang pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang berkelanjutan.

Baca juga: Cara Kita Menilai Sekolah Terus Berubah, tetapi Kualitas Belajar Tetap yang Utama

Selain itu, pemerataan kualitas pendidikan juga perlu menjadi perhatian bersama. Anak-anak yang tinggal di kota besar maupun di daerah terpencil sama-sama berhak mendapatkan guru berkualitas dan kesempatan untuk mengenal perspektif global. Latar belakang tempat tinggal seharusnya tidak membatasi kesempatan mereka untuk berkembang.

Di Prestasi Global, kami terus berinvestasi dalam pengembangan guru karena kualitas proses belajar Ananda sangat bergantung pada kualitas orang dewasa yang mendampingi mereka. Guru tidak hanya dibekali kemampuan pedagogi yang baik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan di luar pengajaran, termasuk keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Pada akhirnya, gen yang baik memang memberikan titik awal bagi perkembangan seorang anak. Namun, lingkungan yang mendukung, terutama kehadiran guru yang berkualitas, turut menentukan sejauh mana anak dapat mengembangkan potensinya.

Mari, Ayah Bunda, bersama-sama mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Kita bisa memulainya dengan terus belajar dan mengembangkan diri, baik sebagai orang tua, pendidik, maupun warga negara. Sebab, kesempatan anak untuk bertumbuh tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka bawa sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan yang kita bangun bersama.

A lifelong learner. Running, exploring, and iterating everyday. Write and documenting my journey to become more mindful and active in life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga