Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Jadi Sorotan, Kemhan Tegaskan Bukan untuk Militerisasi

PresGoNews.com, Jakarta – Kabar tentang program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) lagi ramai dibahas setelah munculnya pelatihan dasar militer untuk para calon manajernya. Program ini bikin banyak orang penasaran karena biasanya pengelola koperasi identik dengan dunia ekonomi sipil, bukan barak militer. Program ini bikin banyak orang penasaran karena biasanya pengelola koperasi identik dengan dunia ekonomi sipil, bukan barak militer.

Baca juga: Indonesia dan AS Resmi Bangun Kemitraan Pertahanan Baru di Tengah Ketegangan Global

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pelatihan ini bukan untuk membentuk prajurit, melainkan untuk penguatan karakter dan kepemimpinan sipil.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter disiplin kepemimpinan integritas kerja sama tanggung jawab profesionalisme kemampuan bekerja dalam tekanan serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” Ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia pada Jumat (27/6).

“Melalui latsarmil Komcad peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin kepemimpinan kerja sama tim integritas semangat pengabdian serta etos kerja yang kuat,” Ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan pada Rabu (18/6)

Disiplin dan mental kuat jadi target utama pelatihan

Meski begitu kebijakan ini tetap menuai perhatian publik karena dianggap tidak biasa untuk pelatihan koperasi. Pemerintah menegaskan seluruh peserta tetap berstatus sipil dan fokus utama tetap pada pembentukan karakter bukan kemampuan tempur. Dengan jumlah peserta yang besar program ini diharapkan bisa bikin pengelolaan koperasi desa lebih profesional dan berdampak ke ekonomi lokal.

Isu ini juga jadi bahan obrolan di publik karena pendekatan militer untuk sektor sipil dinilai cukup unik dan jarang dilakukan di program pemberdayaan ekonomi desa. Sebagian pihak melihat ini sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat mental dan kedisiplinan calon pengelola koperasi agar lebih siap menghadapi tantangan lapangan. Namun tetap ada diskusi publik yang berkembang terkait efektivitas metode ini dalam dunia ekonomi desa modern yang serba dinamis.

Baca juga: Mengenal Sosok Juwono Sudarsono, Tokoh Intelektual yang Mengabdi untuk Negeri

Terlepas dari pro dan kontra program Kopdes dan pelatihan latsarmil ini dipastikan akan terus berjalan sebagai bagian dari strategi penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan di Indonesia. Program ini diharapkan bisa menjadi langkah baru dalam pengembangan SDM koperasi yang lebih adaptif dan siap bersaing di masa depan di tingkat desa Indonesia modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga