PresGoNews.com, Jakarta – Mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri ternyata ikut memengaruhi status kewarganegaraan. Kementerian Hukum (Kemenkum) mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, jumlah permohonan pelepasan status Warga Negara Indonesia (WNI) telah mencapai hampir 8.000 orang.
Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga Indonesia yang memilih menjadi warga negara lain karena berbagai pertimbangan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga pernikahan.
Direktur Tata Negara pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum, Dulyono, mengatakan bahwa jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan terus bergerak seiring masuknya permohonan baru. Menurutnya, data yang sebelumnya diumumkan dalam Berita Negara masih berada di kisaran 5.000 permohonan, tetapi kini jumlahnya sudah mendekati 8.000.
“Sekitar 8.000-an ya. Tapi ini data perkiraan saja. Untuk lima tahun terakhir, kami kemarin sudah mengumumkan di Berita Negara itu sekitar 5.000 sekian. Namun karena data ini bergerak terus, sekarang sudah mencapai hampir 8.000-an,” ujar Dulyono pada Kamis (5/6).
Menariknya, alasan di balik keputusan melepas status WNI ternyata tidak selalu berkaitan dengan karier atau pendidikan di luar negeri. Berdasarkan data Kementerian Hukum, faktor pernikahan dengan warga negara asing (WNA) justru menjadi alasan yang paling dominan.
“Rata-rata alasannya karena pendidikan, karena pekerjaan, tapi paling banyak itu karena menikah dengan WNA,” kata Dulyono pada Kamis (5/6).
Fenomena ini juga tidak bisa dilepaskan dari aturan di Indonesia yang belum menerapkan sistem kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa. Artinya, ketika seseorang memutuskan untuk mengambil kewarganegaraan negara lain, status sebagai WNI harus dilepaskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tren hampir 8.000 permohonan pelepasan kewarganegaraan ini menjadi gambaran bahwa dunia kini semakin terhubung. Pendidikan lintas negara, peluang karier global, hingga pernikahan antarnegara membuat identitas kewarganegaraan tidak lagi sekadar soal tempat lahir, tetapi juga berkaitan erat dengan pilihan hidup dan masa depan seseorang.