Kasus Ketua BEM Terima Uang Jadi Sorotan, Ini Langkah Prabowo dan Respons Terkait Dugaan Intervensi Demo

Pengakuan Ketua BEM FH UBK Abdi Maludin Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran, Istana Bakal Cek Kebenarannya | Foto: strategi.id

PresGoNews.com, Jakarta – Kasus dugaan penerimaan uang oleh Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, sukses menyita perhatian publik. Pengakuannya soal penerimaan dana Rp20 juta yang diduga bertujuan mengondisikan mahasiswa agar tidak menggelar demonstrasi di kawasan Istana Kepresidenan memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait independensi gerakan mahasiswa.

Baca juga: Gibran Temui Mahasiswa Pendemo, 15 Tuntutan Diserahkan Langsung ke Istana Wapres

Kasus ini mencuat setelah Abdimaludin menyampaikan pengakuannya dalam forum klarifikasi internal kampus pada Senin (22/6). Dalam pengakuannya, dana tersebut disebut berasal dari seorang oknum melalui perantara alumni Fakultas Hukum UBK. Meski demikian, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun hasil penyelidikan resmi yang mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga terlibat.

Pihak kampus pun bergerak cepat. Universitas Bung Karno memutuskan untuk menonaktifkan sementara Abdimaludin dari jabatannya sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum selama proses investigasi internal berlangsung. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kampus untuk mengusut persoalan tersebut secara transparan dan menjaga kredibilitas lembaga kemahasiswaan.

Prabowo mengaku mengetahui pihak di balik pembiayaan demo

listyo sigit prabowo

Di tengah ramainya perbincangan mengenai dugaan adanya pihak yang mengarahkan aksi demonstrasi, Presiden Prabowo Subianto ikut menyoroti persoalan tersebut. Saat memberikan sambutan di Gorontalo pada Selasa (24/6), Prabowo menegaskan bahwa dirinya mengetahui adanya pihak-pihak yang diduga berada di balik pembiayaan aksi unjuk rasa.

“Saya tahu siapa yang membayar demo-demo itu. Saya tahu, dan hati-hati lho,” ujar Prabowo pada Selasa (24/6).

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga ikut menjadi perbincangan setelah pengakuan Ketua BEM menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aliran dana tersebut. Namun, sampai Jumat (26/6), belum ada pernyataan resmi yang menyebut adanya keterlibatan institusi tertentu maupun pihak yang telah ditetapkan sebagai pelaku.

Baca juga: Demo Indonesia Bangkrut Menggema di Jakarta, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Akui Kesalahan

Kasus yang menyeret perhatian publik terhadap Listyo Sigit Prabowo dan Prabowo Subianto ini masih terus berkembang. Publik kini menantikan proses penelusuran yang terbuka dan objektif agar polemik dugaan intervensi terhadap gerakan mahasiswa bisa terungkap secara jelas tanpa mengaburkan semangat demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga