PresGoNews.com, Jakarta – Kisah perjuangan 14 siswa SMP dari Kapur IX lagi ramai dibicarakan dan bikin banyak orang tersentuh. Di tengah era serba digital, mereka justru harus menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer ke perbukitan hanya untuk mendapatkan sinyal internet demi mengikuti ujian online.
Baca juga: Jakarta Tiba-Tiba Gelap, Blackout Ganggu Transportasi, Aktivitas Warga, hingga Pusat Perbelanjaan
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (8/4), saat para siswa kelas IX mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer. Sayangnya, kondisi jaringan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka belum mendukung. Sinyal yang tidak stabil membuat proses ujian nyaris mustahil dilakukan di ruang kelas seperti biasanya.
Daripada menyerah, para siswa bersama guru memilih mencari solusi. Mereka berjalan menuju Bukit Batu Sampik, salah satu titik yang dikenal memiliki sinyal lebih baik. Perjalanan yang ditempuh jelas tidak mudah, karena harus melewati medan yang cukup menantang. Tapi semangat mereka buat tetap ikut ujian benar-benar patut diacungi jempol.
Sesampainya di lokasi, suasana ujian pun jauh dari kata ideal. Tidak ada ruang kelas nyaman atau fasilitas lengkap. Mereka hanya mengandalkan tikar sebagai alas duduk dan terpal sebagai pelindung dari panas maupun hujan. Laptop tetap digunakan untuk ujian, sementara koneksi internet didapat dari hotspot ponsel seadanya.

Pihak sekolah menyebut langkah ini sebagai solusi darurat agar siswa tetap bisa mengikuti ujian sesuai jadwal. Dalam keterangan yang dikutip dari laman berita resmi, disebutkan, “Keterbatasan jaringan di sekolah membuat kami harus mencari alternatif lokasi agar siswa tetap bisa mengikuti ujian berbasis online dengan lancar,” pada, Rabu (8/4).
Cerita ini langsung viral di media sosial dan memancing banyak reaksi. Ada yang merasa prihatin karena masih ada daerah dengan akses internet terbatas, tapi banyak juga yang kagum melihat semangat para siswa yang tetap berjuang demi pendidikan mereka.
Baca juga: Parkir di Kota Kediri Kini Bisa Pakai QRIS Lewat Scan Barcode di Rompi Jukir Lebih Praktis
Di balik viralnya kisah ini, ada realita yang tidak bisa diabaikan. Transformasi digital di dunia pendidikan memang terus berkembang, tapi belum semua daerah bisa merasakannya secara merata. Apa yang dialami siswa di Kapur IX jadi gambaran nyata bahwa akses internet masih jadi tantangan besar.
Kisah ini bukan cuma soal ujian, tapi juga tentang semangat, perjuangan, dan harapan agar ke depan tidak ada lagi siswa yang harus naik bukit sejauh itu hanya untuk sekadar mendapatkan sinyal.