Pemadaman Listrik di Pulau Jawa Jadi Sorotan, PLN Sebut Gangguan Dua Pembangkit Jadi Penyebab

PresGoNews.com, Jakarta – Pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa sukses bikin banyak orang kaget. Aktivitas kerja, belajar, sampai usaha ikut terdampak karena listrik tiba-tiba padam di beberapa daerah. Kondisi ini pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial, dengan banyak warganet mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga: Pemadaman Massal Ganggu Internet dan Usaha Warga, PLN Sebut Gangguan Transmisi Jadi Permasalahan Utama

Menjawab rasa penasaran masyarakat, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah blackout atau mati listrik total di seluruh sistem Jawa. Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban agar jaringan kelistrikan tetap aman ketika terjadi gangguan pada beberapa pembangkit.

Gangguan pembangkit membuat PLN melakukan pengaturan beban

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan PLN terus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi tersebut.

“PLN terus bekerja melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik,” ujarnya pada Jumat (19/6).

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak sekaligus memastikan bahwa pengaturan beban dilakukan secara terbatas agar gangguan tidak meluas. Langkah ini dipilih untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sehingga pasokan listrik di wilayah lain tetap stabil.

Baca juga: Jakarta Tiba-Tiba Gelap, Blackout Ganggu Transportasi, Aktivitas Warga, hingga Pusat Perbelanjaan

Di saat proses pemulihan berlangsung, PLN mengoptimalkan suplai dari pembangkit yang masih beroperasi dan mengimbau masyarakat memanfaatkan fitur “Cek Padam Sekitar Saya” di aplikasi PLN Mobile untuk mengetahui informasi terkini mengenai kondisi listrik di wilayah masing-masing.

Meski sempat memicu keresahan, PLN memastikan pemadaman tersebut hanya bersifat sementara. Perusahaan terus melakukan normalisasi sistem agar seluruh pelanggan dapat kembali menikmati pasokan listrik yang stabil dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga