PresGoNews.com, Jakarta – Rencana mengolah batu bara menjadi bensin mulai mencuri perhatian. Pemerintah membuka peluang pemanfaatan sumber daya dalam negeri tersebut untuk menghasilkan bahan bakar cair sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana itu saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Ia mengatakan Indonesia tidak hanya mengembangkan bahan bakar dari kelapa sawit, tetapi juga akan mengembangkan bensin berbahan dasar batu bara.
Baca juga: Bensin Indonesia Disiapkan Menuju E50, Etanol 50 Persen Jadi Target Bertahap
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kemudian menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden. Menurutnya, pemanfaatan batu bara menjadi produk energi merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya dalam negeri.
“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil di Jakarta pada, Senin (21/9).

Pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair bukan sekadar wacana baru. Teknologi yang dikenal sebagai coal to liquid atau CTL telah dikembangkan di sejumlah negara. Melalui proses tersebut, batu bara dapat diubah menjadi produk hidrokarbon yang kemudian bisa digunakan sebagai bahan bakar.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan teknologi tersebut pernah digunakan di Jerman Timur. Afrika Selatan juga mengembangkan teknologi serupa melalui Sasol dalam skala industri.
Meski begitu, pemerintah belum menetapkan teknologi maupun skema proyek yang akan digunakan di Indonesia. Kajian masih diperlukan untuk melihat potensi batu bara yang tersedia, teknologi yang paling sesuai, hingga aspek keekonomiannya.
Dengan begitu, rencana Batu Baru menjadi bensin saat ini masih berada pada tahap pengembangan dan evaluasi. Pemerintah perlu memastikan prosesnya bisa berjalan secara teknis sekaligus memiliki nilai ekonomi sebelum masuk ke tahap produksi.
Jika terealisasi, pemanfaatan Batu Baru untuk bahan bakar dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi domestik.