PresGoNews.com, Jakarta – Setelah sempat ditutup selama kurang lebih 40 hari, kompleks Masjid Al-Aqsa akhirnya kembali dibuka untuk umat Muslim. Momen ini terjadi pada Kamis (9/4) dan langsung disambut hangat oleh ribuan jemaah yang sudah menunggu sejak dini hari untuk bisa kembali beribadah di tempat suci tersebut.
Baca juga: Strategi Kilat Trump Hentikan Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia
Penutupan yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini terjadi di tengah situasi yang memanas di kawasan Yerusalem Timur. Selama periode itu, akses menuju masjid benar-benar dibatasi. Bahkan, sebagian besar umat Muslim tidak diizinkan masuk, dan hanya pihak tertentu seperti staf Wakaf Islam yang masih bisa berada di dalam area.
Kondisi ini tentu bukan hal biasa. Dampaknya terasa banget, apalagi saat momen penting seperti Idulfitri. Umat Muslim tidak bisa melaksanakan salat Id di Masjid Al-Aqsa, yang biasanya selalu jadi salah satu titik ibadah paling bersejarah dan penuh makna.
Mengutip laporan resmi dari Antara News, disebutkan bahwa “Masjid Al-Aqsa dibuka kembali setelah penutupan selama 40 hari yang diberlakukan oleh otoritas Israel,” pada, Kamis (9/4). Pernyataan ini menegaskan bahwa pembukaan kembali masjid menjadi titik penting setelah pembatasan panjang yang cukup menekan aktivitas ibadah.

Begitu gerbang dibuka, suasana langsung terasa beda. Ribuan jemaah memadati area masjid sejak waktu subuh. Banyak yang datang dengan perasaan campur aduk—antara lega, haru, dan bahagia. Tidak sedikit yang terlihat menangis dan langsung sujud syukur begitu berhasil masuk ke dalam kompleks.
Tercatat sekitar 3.000 jemaah ikut melaksanakan salat subuh berjamaah di hari pertama pembukaan. Angka ini menunjukkan betapa besar kerinduan umat untuk kembali beribadah di salah satu tempat paling sakral dalam Islam ini.
Meski sudah dibuka, situasi di sekitar kawasan masih dijaga ketat. Aparat keamanan Israel tetap disiagakan di berbagai titik, terutama di area Kota Tua. Ini jadi tanda kalau kondisi di sana masih cukup sensitif dan belum sepenuhnya stabil.
Sebagai salah satu situs suci ketiga bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa memang punya nilai yang lebih dari sekadar tempat ibadah. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan akses ke sana selalu jadi sorotan dunia. Jadi, pembukaan kembali ini bukan cuma soal ibadah, tapi juga membawa harapan baru, meski di tengah situasi yang masih penuh tantangan.