Kunjungan Prabowo Subianto ke Banyumas Ungkap Solusi Nyata yang Bisa Ditiru

Foto: detik.com

PresGoNews.com, Jakarta – Kunjungan Prabowo Subianto ke Banyumas pada Selasa (28/4) bukan sekadar agenda kerja biasa. Ada satu hal yang langsung mencuri perhatian, yaitu bagaimana sampah diolah dengan cara yang simpel tapi tetap berdampak besar. Di lokasi TPST BLE Banyumas, Prabowo melihat langsung proses pengelolaan sampah dari awal sampai jadi produk yang punya nilai guna.

Baca juga: Tragedi Longsor Bantar Gebang 8 Maret 2026 Menjadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Kota

Yang bikin menarik, sistem di Banyumas ini tidak bergantung pada teknologi yang ribet atau mahal. Justru pendekatannya sederhana, tapi rapi dan terintegrasi. Sampah dipilah, diolah, lalu diubah jadi sesuatu yang bisa dipakai lagi. Di sinilah konsep ramah lingkungan dan ekonomi sirkular benar-benar terasa jalan.

“Model seperti ini tidak harus canggih, yang penting efektif dan bisa diterapkan di banyak daerah,” ujar Prabowo pada, Selasa (28/4).

Dari hasil pengolahan itu, sampah ternyata tidak berhenti sebagai limbah. Plastik bekas, misalnya, diolah menjadi genteng untuk kebutuhan perumahan. Selain itu, ada juga paving block yang dibuat dari material daur ulang. Artinya, sampah yang biasanya dianggap tidak berguna justru bisa jadi bahan bangunan yang punya nilai ekonomi.

Hal ini menjawab pertanyaan besar, sampahnya mau dibuat apa. Jawabannya jelas, bukan cuma dibuang atau ditimbun, tapi diubah jadi produk yang bisa dipakai lagi dan bahkan mendukung pembangunan. Konsep ini membuat siklus sampah jadi lebih panjang dan bermanfaat.

Sampah Berbasis Lingkungan di Banyumas

Model sederhana tapi efektif jadi sorotan utama pemerintah

Prabowo juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi isu kecil yang bisa ditunda. Pemerintah mulai melihat ini sebagai persoalan besar yang harus diselesaikan secara serius dan menyeluruh.

“Pengelolaan sampah akan menjadi prioritas nasional, dan kita targetkan bisa tertangani dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Respon Cepat Kecelakaan Kereta Bekasi, Fokus pada Korban dan Investigasi Menyeluruh

Kunjungan ini sekaligus jadi sinyal bahwa arah kebijakan ke depan akan lebih fokus pada solusi yang realistis dan bisa diterapkan di banyak daerah. Banyumas jadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari sistem yang sederhana, asal konsisten dan melibatkan masyarakat.

Dengan model seperti ini, sampah tidak lagi identik dengan masalah. Justru sebaliknya, bisa jadi peluang. Mulai dari mengurangi pencemaran sampai membuka potensi ekonomi baru, semua berawal dari cara pandang yang berbeda terhadap sampah itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga