PresGoNews.com, Jakarta – Buat kamu yang punya rencana berangkat umrah dalam waktu dekat, ada aturan baru yang perlu diperhatikan. Pemerintah Arab Saudi kini mewajibkan setiap jemaah mengurus sendiri izin masuk ke Raudhah, area istimewa di Masjid Nabawi yang berada di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW. Artinya, pengurusan permit tidak lagi dilakukan oleh pihak travel atau penyelenggara umrah seperti sebelumnya.
Mulai musim umrah 1448 Hijriah atau 2026, setiap jemaah harus melakukan pemesanan jadwal kunjungan melalui aplikasi resmi Nusuk. Lewat aplikasi tersebut, jemaah perlu membuat akun, mengisi data paspor dan visa, lalu memilih jadwal kunjungan sesuai slot yang masih tersedia.

Melalui laman resminya, Nusuk menjelaskan bahwa izin salat di Raudhah hanya dapat diperoleh melalui aplikasi dan disesuaikan dengan ketersediaan jadwal.
“Praying in Noble Rawdah permits can be booked through the Nusuk application according to available time slots” atau izin salat di Raudhah dapat dipesan melalui aplikasi Nusuk sesuai slot waktu yang tersedia, Minggu (14/6).
Aturan baru ini juga menegaskan bahwa jemaah yang tidak memiliki permit resmi tidak akan diperbolehkan masuk ke Raudhah. Petugas di Masjid Nabawi akan memindai QR code yang terdapat pada permit sebelum memberikan akses kepada jemaah untuk memasuki area tersebut.
Baca juga: Kampung Haji RI di Makkah Mulai Dibangun Akhir 2026
Kebijakan ini membuat calon jemaah dituntut lebih mandiri dan mulai terbiasa dengan layanan digital. Di sisi lain, sistem ini diharapkan bisa membuat kunjungan ke Raudhah menjadi lebih tertib dan nyaman karena jumlah pengunjung dapat diatur sesuai kapasitas yang tersedia.
Karena kuota kunjungan dibatasi setiap hari, slot masuk Raudhah diperkirakan akan cepat penuh, terutama saat musim ramai umrah. Karena itu, calon jemaah disarankan rutin memantau aplikasi Nusuk agar tidak kehabisan jadwal dan tetap bisa menjalankan ibadah di salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi.