Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco, Kok Bisa? Publik Ramai Pertanyakan Proses Penunjukannya

PresGoNews.com, Jakarta – Nama Mufli Budi Ananda mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Sosok yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad itu dikabarkan menduduki kursi Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan baja hasil kerja sama antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan asal Korea Selatan, POSCO.

Baca juga: Rafi Ahmad Turun ke Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi, Pantau Evakuasi

Kabar ini mulai ramai setelah nama Mufli tercantum dalam jajaran Dewan Komisaris di laman resmi PT Krakatau Posco dan tangkapan layarnya beredar luas di media sosial pada akhir Juni 2026. Banyak warganet mengaku kaget karena Mufli lebih dikenal sebagai orang kepercayaan Raffi Ahmad di berbagai aktivitas dan bisnis, bukan sebagai figur yang selama ini berkecimpung di industri baja.

Lalu, kok bisa? Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari PT Krakatau Posco terkait alasan maupun proses penunjukan Mufli sebagai komisaris. Dalam laman resminya, PT Krakatau Posco menjelaskan bahwa Dewan Komisaris memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan perusahaan, jalannya pengelolaan perusahaan, serta memberikan nasihat kepada direksi, sebagaimana dikutip pada Senin (29/6).

Publik menuntut transparansi penunjukan komisaris

Belum adanya penjelasan resmi itulah yang kemudian memunculkan banyak pertanyaan di ruang publik. Di media sosial, tanggapan warganet pun terbelah. Sebagian menilai setiap orang berhak mendapat kesempatan menduduki jabatan strategis selama memiliki kemampuan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan rekam jejak serta pengalaman Mufli di sektor industri baja dan manufaktur.

Baca juga: KPK Gaspol Usut Dugaan Gratifikasi Proyek Daerah, Pejabat Tulungagung Ikut Terseret

Kolom komentar di berbagai platform, mulai dari X hingga Threads, dipenuhi pertanyaan seperti, “Kok bisa?” hingga “Proses pengangkatannya seperti apa?” Bahkan, ada pula yang meminta perusahaan memberikan penjelasan lebih rinci agar publik tidak hanya berspekulasi.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, polemik ini kembali mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengisian jabatan strategis di perusahaan yang berkaitan dengan BUMN. Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan agar perdebatan yang berkembang di media sosial bisa terjawab dengan informasi yang jelas dan utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga